everything

Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2015

Menara Gentala Arasy, Ikon Baru di Kota Jambi



Menara Gentala Arasy, tempat yang sedang fenomenal banget di kota Jambi, setelah tanggal 28 maret kemarin diresmikan oleh Wakil Presiden RI yaitu Bapak Yusuf Kalla dan beritanya yang heboh baik di media cetak maupun media sosial, akhirnya  saya berkesempatan mengunjungi ikon kota Jambi ini pada hari minggu kemarin.


Menurut gubernur Jambi, Menara Gentala Arasy yang dilengkapi jembatan sepanjang 503 m dan lebar 4,5 meter ini mulai dibangun sejak pertengahan tahun 2012 dan  menghabiskan dana sebesar 88,7 milyar, anda bisa berkunjung ke Menara Gentala Arasy dari 2 tempat yaitu dari Ancol yang berada didepan  depan rumah dinas gubernur, atau melalui seberang yaitu melewati jembatan  aurduri terus keseberang sampai di kawasan Taman Tanggo Rajo, dimana kawasan ini merupakan kawasan cagar budaya.


Pada kesempatan kemarinpun, kami sengaja  melihat langsung dari seberang,  sehingga kami langsung dapat melihat Menara gentala Arasy yang  tingginya mencapai 70 m dari dekat, pada  dasar menara terdapat museum yang bercerita tentang sejarah masuk perkembangan agama islam ke kota Jambi, kemudian anda dapat naik pada ketinggian 25 meter untuk menikmati pemandangan kota jambi, saya tidak sempat naik karena hari sudah sore dan sangat ramai.


pas banget  sore hari...pemandangannya keren..

Jembatan berbentuk huruf S

tata dan kak lia..

pemandangan dari tengah jembatan...
Disekitar kawasan ini nantinya juga akan dijadikan sentra wisata kuliner Jambi yang katanya akan dilengkapi dengan floating restorant alias restoran terapung, setelah foto-foto bagian depan dan jembatan dari bawah, ternyata jembatannnya berbentuk huruf S, katanya lagi ini yang membuat unik jembatan ini dari jembatan lain, tuh  kerenkan. jembatan ini  dibangun khusus untuk pejalan kaki dengan konsep cable stayed/kabel penahan yang ditopang oleh dua buah tiang pancang setinggi 60 m.



Dari atas jembatan saya bisa menikmati pemandangan sekitar, melihat kawasan kota jambi tepatnya komplek pertokoan WTC, juga melihat aktifitas di suangai batanghari, pada sore itu banyak yang sedang latihan pacu perahu, juga dapat melihat daerah sekitar seberang.

Dengan adanya jembatan  pedestrian ini, memang saya melihat daerah itu menjadi lebih ramai, sehingga juga pasti berdampak positif pada warga sekitar, namun  tentu saja masih banyak kekurangannya, karena area parkir kendaraan roda 4 yang tidak tersedia, sehingga banyak yang parkir di pinggir jalan yang juga agak sempit.

Saya juga berharap  pengelolanya lebih memperhatikan kebersihan karena dilantai atas menara yang menuju kejembatan mulai banyak pedagang dan sampah berserak, bagi kita yang berkunjung juga hendaknya tidak membuang  bungkus makanan diareal jembatan. mari kita jaga Menara Gentala Arasy ini agar kota Jambi semakin dikenal, banyak dikunjungi dan membanggakan.


tempat santai-santai dihalaman depan

sapa yang buang sampah hayo....


Sumber :


1. http://tourismjambi.info/berita-221-menara-gentala-arasy-dan-jembatan-pedestrian----.html
2. Kompas.com
3. Foto pribadi

Sabtu, 29 November 2014

Mengunjungi Istana Pagaruyung di Batusangkar Sumatera Barat

Perjalana kami selanjutnya adalah Istana Pagaruyung, sepanjang perjalanan tetap melalui bukit dan jurang2, saya sampai heran, ternyata pusat-pusat keramaian berda dibalik bukit-bukit yang dari jauh hanya seperti hutan saja. istana pagaruyung terletak di kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar

Sampai di Istana Pagaruyung sekitar jam 4 sore, kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp 7000,-/orang, cukup murah bukan?,  pengunjung lumayan ramai hari itu, beberapa bus besar tampak di area parkir, sepertinya beberapa rombongan dari jauh, kami pun segera masuk kedalam, suara musik khas minang  menyambut kami.

Istana Pagaruyung yang ada saat ini adalah replika, karena  istana aslinya telah terbakar,  posisinya juga sudah tidak di tempat semula, pada tahun 2007 istana pagaruyung terbakar untuk yang kesekian kalinya, kebakaran hebat karena sambaran petir  dibagian teratas bangunan 3 lantai ini  menghanguskan hampir keseluruhan bangunan, hanya sekitar 15% barang berharga yang selamat, kabarnya biaya yang dihabiskan untuk membangun kembali Istana Pagaruyung mencapai 20 milyar lebih. dan diresmikan oleh Presiden SBY tahun lalu dengan berbagai pesta adat.

Panorama alam disekitar istana ini sungguh indah, dikelilingi bukit-bukit yang sangat cantik, halamannyapun sangat luas, ada yang unik disini, bagi yang ingin foto dengan pakaian adat minang lengkap dengan sunting, tersedia  penyewaan dibawah istana, hanya dengan Rp.35000, anda sudah bisa berfoto cantik. anda juga bisa menaiki kuda, tarif anak-anak Rp.5000/0rang, dewasa rp.10.000/orang. ada juga sekuter untuk anak-anak.

bagus banget kan....bangunan ciri khas minang

halamannya sangat luas, bisa buat camping...

pemandangan dari lantai 3

ada badutnya, tata paling suka masya

saat mulai sunset dari belakang istana....

Danau Singkarak








Rabu, 19 November 2014

Taplau, Si Pantai Kota Padang

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Padang, pasti mengenal taplau alias tapi lauik, pantai yang terletak tepat di kota Padang ini sangat lah indah, karena letaknya ditengah kota, sehingga pantai ini juga sudah mengalami pembenahan disana-sini, tidak lagi pantai yang alami.  di sepanjang taplau sudah dibuat pemecah ombak, sehingga kita bisa menikmati deburan ombak sambil duduk-duduk di tumpukan tumpukan batu yang menjorok kearah laut tanpa harus turun ke air.

Soal kuliner jangan di tanya, karena letaknya yang persis di kota Padang, sepanjang pantai ini berisikan deretan warung-warung kecil, aneka makanan dan minuman dijajakan disini, mulai dari aneka jus, minuman hangat, pisang bakar, jagung  dan lainnya, hingga aneka sea food.

Untuk oleh-oleh, anda tidak perlu kuatir, banyak lapak yang menjual hasil tangkapan para nelayan yang masih sangat segar, seperti cumu, udang dan ikan. bahkan ada juga telur penyu.

Keindahannya memang tak perlu di ragukan, tapi sayang sepertinya keindahan taplau mulai berkurang, banyak sekali sampah plastik berserakan, terbenam dalam pasir-pasir bahkan sampai terapung di sekitar tumpukan bebatuan. semoga kedepannnya pantai ini tetap terjaga kebersihannnya, karena sungguh tidak nyaman berlama-lama di tempat dengan serakan sampah.




ombaknya tak pernah berhenti berdebur


main pasir yuk....

oh indahnya....



ada putri duyung dek torik....


ibu yang cantik itu sedang  mikir berapa banyak garam untuk mengasinkan air segitu banyak


lanjutannnya besok ya....

Selasa, 18 November 2014

Serunya Melintas Jalanan Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang berbatasan dengan provinsi Jambi, jadi salah satu tempat yang cukup sering kami kunjungi, dari tempat tingal saya sekarang (Tebo), cukup 2 jam sudah sampai di wilayah perbatasan. dan  untuk sampai ke kota Padang menempuh jarak sekitar 300 km.

Pemandangan yang indah tidak pernah lepas sepanjang perjalanan yang kami lewati, bukit-bukit yang tinggi menjulang dengan hutannya yang masih cukup lebat sungguh membuat saya tak henti-hentinya mengagumi ciptaan Alloh ini, Sumatera Barat memang sungguh indah, namun demikian  kehati-hatian dan konsentrasi tinggi sangatlah penting dalam perjalan melewati wilayah  ini, karena tebing yang mudah longsor serta jurang-jurang yang sangat dalam banyak sekali kita temui.

Sitinjau Laut adalah salah satu jalan terseram yang harus kita lewati menuju kota Padang jika melewati kota solok, tikungan sangat tajam dan menurun, bahkan beberapa tikungan harus dilewati dengan satu arah kendaraan saja yang berjalan, kendaraan yang berlawanan harus menunggu terlebih dahulu.
tikungan terseram.....lihat mobil tanki kuning dari arah bawah....


pemandangan yang indah


Kami juga sempat melewati jalan longsor dan mobil truk yang nyungsep ketebing, jika melewati area sitinjau laut ini anda mungkin akan merasakan telinga yang pengap, mungkin karena ketinggiannya, namun tidak perlu kuatir, akan hilang sendiri nantinya jika sudah mulai menurun. kalau saya biasanya disertai dengan perut kaku menahan takut melihat jurang yang tak terlihat dasarnya, serta batu-batu besar yang bergantungan diatas tebing, seolah-olah hendak berjatuhan....hiii..ngeri..


truk yang nyungsep ke tebing yang menikung...

Jalanan yang penuh tantangan ini tidak akan membuat anda trauma, karena pemandangan indah serta obyek wisata yang sangat menarik sangat banyak bisa anda kunjungi, belum lagi kuliner khas Sumbar yang telah dikenal luas seperti rendang, sate  dan sanjai.





Rute yang kami lalui adalah Tebo-Darmasraya-Solok-Padang-Padang Panjang-Batu Sangkar-Sijunjung-Darmasraya-Tebo, obyek wisata yang kami kunjungi adalah Taplau, Lembah anai, Danau Singkarak dan Istana Pagaruyung. kempatnya kami kunjungi sekali jalan saja, berangkat dari jam 9 pagi dari kota padang, jam 21.30 sampai di Darmasraya.

Obyek wisata yang kami kunjungi besok ya....



Selasa, 07 Oktober 2014

Sate Dangdut

Kok sate dangdut.... apaan coba?, bukan dangdutan sambil makan sate, atau makan sate sambil joget dangdut....gak segitunya kalee...

Nah pas kemarin jalan-jalan ke Bendung Batang Hari, kami sempet menikmati sate unik ini, bawa cemilan sih segambreng, tapi tetep saja ya, yang namanya jalan2, kudu menikmati kuliner disekitar.

Setelah keliling2, foto2, hore-hore, trus kecapean ngejer2 toriq, mulailah mengelar tikar aladin dan mengeluarkan aneka cemilan, si ayah keliatan laper,  cemilan gak mempan kayaknya, jadilah mata jelalatan mencari makanan yang agak menganjal di perut, cuma ada sate.....
foto bareng

Yo wes... gak ada pilihan lain, jadilah saya dan budenya menghampiri abang gerobak,  pesan 6 bungkus ukuran separo porsi, hanya Rp. 5000,- saja. sambil nunggu si uda membungkus, lirik-lirik gerobak penuh daging ayam ditusuk2, eh ternyata ada sate ceker, sate daging  ayam (ini mah biasa ya...) trus sate sayap.

Mulai lah saya wawancara si uda dan jepret-jepret, si uda  riang gembira menjawab (karna beli ya, kalo nanya-nanya doank juga jutek kali),  ternyata boleh pilih mau sate apa, jadi lah  saya pesen 2 bungkus sate ceker, 1 bungkus sate sayap  dan sebungkus lontong pake kuah saja, sedangkan bude pesan 2 bungkus sate daging saja...

Ternyata enak sodara-sodara, pakde yang awalnya gak mau ditawarin, ikutan penasaran liat kami asyik makan sate ceker, dia mah ogah ceker, jadi pesen lagi sate sayap....wah ternyata si uda baik hati banget, ditambahin lagi satu bungkus plus  satu tusuk sate ceker...(apa karna di foto2 ya....hahahah) 
sate dangdut....tareeek da..



sate ceker dan sate sayap utuh....



nech sayap dengan kuahnya....mmmm...yummy



cekernya gendut-gendut...sungguh mengoda....

Senin, 06 Oktober 2014

Bendung Batang Hari

bendung yang indah, sayang dikepung kabut asap....

Salah satu obyek wisata yang bisa anda kunjungi  di daerah Darmasraya adalah Bendung Batanghari, bendung ini mulai di bangun pada tahun 1997 dan diresmikan oleh presin Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008. disebut bendung (weir) karena bendungan ini merupakan bendungan dengan struktur kepala rendah (lowhead dam) yang berfungsi untuk menaikan muka air yang akan digunakan untuk irigasi dimana wilayah yang akan diairi lebih tinggi.

Bendung ini merupakan proyek spektakuler pada masa  itu yang menelan biaya  kurang lebih 1,4 Triliun dan dikerjakan oleh  para ahli konstruksi dari Jepang. bendung ini memang cukup besar karena  mampu mengairi sawah ratusan ribu hektar  yang berada di sekitar Kabupaten Darmasraya dan sebagian wilayah Provinsi Jambi.


bendungan yang cukup luas kan....?


Dengan adanya bendungan ini, diharapkan potensi pertanian  didaerah Darmasraya semakin meningkat,  namun sepertinya warga sekitar yang dilalui jalur irigasi ini belum memanfaatkan secara optimal, beberapa petani  malah mengubah fungsi sawah menjadi perkebunan, kini telah banyak ditemukan sawah berubah menjadi kebun karet atau sawit. Sungai sepanjang bendungan inipun mulai dicemari oleh para penambang emas ilegal yang jumlahnya mencapai ratusan sehingga kualitas air irigasi ini mulai menurun.




bagian atas bendungan, bisa dilalui kendaraan...


Bendungan ini sangat indah jika di rawat dengan baik dan tentu memiliki manfaat yang sangat banyak, disamping pendukung sektor ekonomi, bendung ini juga dapat dijadikan obyek wisata yang cukup menarik, sayang sepertinya kurang perawatan sehingga tampak  sampah plastik bungkus makanan dan air mineral berserakan dimana-mana.





Sumber :

1. http://tukangbata.blogspot.com/
2. http://malaladot-com.blogspot.com/
3. foto : koleksi pribadi