Sewaktu masih belia, saya bercita-cita sekali untuk bisa melanglang buana, setidaknya tidak tinggal di tempat kelahiran, begitu juga mungkin dengan kebanyakan belia lainnya, penyebabanya tentu saja saya ingin melihat tempat lain, apalagi tanah kelahiran termasuk kota kecil, memimpikan hidup dan tinggal di kota besar yang ramai dan modern, tak terpikirlah nanti jauh dari keluarga.
Semasa single, jalan-jalan keluar kota dengan teman, kerja jauh dari rumah orang tua, menjadi hal yang biasa saja, semuanya menyenangkan. sampailah pada akhirnya saya menikah dan tetap jauh dari orang tua, apakah semua menyenangkan?...
Baiklah saya beri gambaran, saat saya melahirkan anak pertama, pergi kerumah sakit diantar tetangga, dari masuk jam 8 malam, hingga bayi lahir jam 6.30 pagi, hanya berdua suami, mertua datang pagi hari, dan ibu saya baru datang jam 2 siang, itu rasanya gimana gitu...., mengingatnya masih membuat saya berkaca-kaca.
Saat melahirkan anak kedua, beberapa hari sebelum lahiran, ibu saya sudah datang, karena waktu itu anak pertama masih berusia 2 tahun 4 bulan, jadi ibu yang mengurus si sulung, sementara saya dan suami berdua dirumah sakit, bisa di bayangkan kaluu ibu saya tidak ada, sungguh repot luar biasa. Ketiga ketika anak kedua saya sakit dan 5 hari dirawat, ibu saya alhamdulilah masih sehat dan bisa membantu saya.
Saya kok kadang iri dengan 2 kakak saya yang tingal dekat dengan orang tua kami, bisa sering membawa mereka jalan2, mereka sering mengantarkan makanan, saat ibu saya sakit, mereka bisa mengantar, saat repot bisa menitipkan anak tanpa kuatir. sementara saya.....?
Tinggal jauh dari sanak saudara itu pasti banyak hikmahnya, sebagai pasangan kita dituntut harus saling kompak, saat senang, saat sehat, saat bahagia, tinggal jauh dari sanak famili memang tidak masalah, tapi saat sedang sakit atau di timpa musibah, rasanya kok nelangsa dan merasa sendirian.
Sekarang saja saya sering sedih banget, membayangkan jika orang tua saya sakit, sementara saya cukup jauh, bagaimana jika beliau sakit parah...., tapi bersyukur keluarga suami masih dekat. sulit membayangkan jika semuanya jauh....
everything
Jumat, 06 Februari 2015
Rabu, 04 Februari 2015
Gigi Seri Anakku Kurang Dua
Kesehatan gigi adalah hal yang sangat saya perhatikan dan teramat sangat penting bagi saya, karena itu saya rutin menggosok gigi kedua anak saya rutin pagi hari dan malam sebelum tidur sambil nyanyi lagu "gigi putih dan bersih, bagaikan mutiara, kusikat bersih-bersih, dua kali sehari, pagi sesudah makan, malam sebelum tidur, gigi putih cemerlang, senyum sehat gembira".
Alhamdulilah kebiasaan ini sudah ditiru si sulung, tanpa di suruh, tiap mandi minta gosok gigi, padahal harusnya sebelum tidur, tapi saking sukanya tiap main air juga minta sikat gigi, si sulung mulai belajar menggosok gigi sendiri, sering juga saya ulang lagi kuatir gak bersih, kalau si kecil cos baru 2 tahun, yah sikat giginya kadang juga sambil nangis, kadang sukarela minta sikat gigi sendiri.
Dengan segitu rajinnya apa gigi anak saya bagus (kadang kalau kami pulang malam, dalam keadaan tidurpun saya sikat gigi anak-anak)? ternyata gak juga, apalagi kalau saya malas, besar kemungkinan gigi anak saya habis, hihi...gigi seri si sulung agak gripis, walau putih , 8 grahamnya alhamdulilah gak ada yang bolong, kalau 4 taringnya baik-baik saja. trus si kecil, agak parah, 4 gigi seri atas gripis semua dan berwarna kecoklatan, 4 tarinngya baik-baik saja sementara 8 grahamnya nggak bolong tapi sedikit seperti berkarat.
Bagaimana gigi seri bawahnya, nah itu dia, giginya masih oke, tapi ada yang ganjil, cos gigi seri bawah anak saya cuma dua, jadi kelihatan sangat jarang, gigi seri 2 langsung taring 2, sebagai gambaran berikut gigi susu pada anak-anak seharusnya, nah kebayangkan lucunya gigi anak saya yang kurang 2, tapi menurut sumber yang saya baca disini, masa tumbuh gigi susu mulai dari 4 sampai 30 bulan, bisa jadi masih ada harapan gigi nya bertambah, atau bisa juga tidak ya....entahlah....
| gigi susu pada anak-anak |
| gigi bawah toriq |
Senin, 02 Februari 2015
Cerita Tata
Usia Tata saat ini 4 tahun 4 bulan, Tidak masuk playgroup
atau TK, karena my hush tidak setuju
jika tata sekolah diusia segitu, dia bilang mending saya saja yang mengajar di
rumah (padahal you know, sama kayak ibuk-ibuk lain, saya juga gatal mau
menyekolahkan Tata).
Jadilah saya beberapa
kali ngintipin komunitas homeschooling untuk anak seusia Tata, meskipun jujur
saja gak melakukannya 100%, tapi cukuplah jadi patokan kira-kira apa saja yang
kudu diajarkan diusia 4 tahun ini.
Tapi saya cukup gembira, ternyata kemajuannya cukup lumayan,
saya tidak memaksa samasekali dia belajar yang duduk manis begitu, saya
mengajari tata sambilan saja, misal pas mau tidur belajar baca doa tidur,
alhadulilah sudah bisa, pas memakaikan baju, menngenalkan huruf yang gambarnya
terpampang didinding rumah kami (ohya ada 10
lembar gambar yang terpampang di dinding, mulai dari angka, huruf, huruf
hijaiya, nama binantang sayuran, buah
dan lainya).
Juga tidak ada waktu khusus samasekali, kadang bangun tidur
dia langsung pegang pena dan mencoret-coret, kadang sambil menunggu saya
membuat susu saya minta dia melafalkan huruf atau angka. Atau saya bertanya “mana
buah semangka”, dan dia akan segera menunjuk gambarnya, jangan dikira hafal
semua ya, ada beberapa juga yang dia tidak tau, minimal yang dia sering liat
dia hafal namanya.
Sering juga saya ajak kepasar, dan tiap kali belanja saya
sebutkan apa saja yang saya belil, sekarang kalau ditanya ibu beli apa kepasar,
biasanya dia akan jawab “ beli cabe, tomat, telor, ikan, wortel….apa lagi buk….”
Hahahah…..
Tata ini tergolong lambat berbicara, bahkan diusia dia
sekarang bicaranya banyak yang belum jelas, huruf R juga gak bisa, yah saya gak
terlalu yakin dia bisa sangat cerdas…..(sebab saya punya keponakan yang diumur
setahun sudah cas cis cus bicara, dan
memang pintar sekali sampai sekarang), tapi bukan saya menyerah donk, saya tambah optimis
mengajarinya sendiri, bahkan sempat mikir tata homeschooling saja…#sok-sokan.
Alhamdulilah huruf hijaiyah sudah hafal, huruf abjad juga
hafal….yang paling dia ingat menurut saya adalah angka, mungkin karena angka
yang paling sering kami baca, dia bisa membaca angka dari 1 sampai 99 dengan
bahasa inggris, itu sudah menakjubkan menurut saya sebagai gurunya.
Lagu five little duck yang liriknya five little duck went
swing one day, over the hils and far away, mami duck said qwek-qwek, but only
four little duck came back, dan seterusanya itu, sering di ubahnya menjadi
twelve duck went swimming and back eleven, atau seventeen duck went swimming and
back sixty, padahal saya gak mengajarkan, kadang saya dengan suami malah takjub
sendiri dengan kemampunya improvisasi….hahah #lebai
Menulis juga saya hanya mengenalkan sampai 9, ternyata dia bisa sendiri 10, 11, 12, 13 dan seterusnya…..kadang
saya suka amazing sendiri, tapi sungguh sampai sekarang saya belum serius mengajainya, karena dia
masih suka bermain, jadi sambil bermain-main saja, misal dalam perjalanan
melihat sapi, biasanya saya suruh hitung….entah mengapa tanpa saya sadari saya
kok lebih sering mengenalkan angka ketimbang huruf….walau gak pinter-pinter
banget, saya suka banget pelajaran matematika dan fisika, imbas kali ya….
Jangan dikira yang dicapai saat ini bisa didapat dengan
cepat ya…tidak, saya berusaha untuk tidak bosan saja mengenalkan berbagai hal, mengenalkan
banyak hal berulang-ulang saya mengikuti saja apa yang ingin dia lakukan, mungkin
tata tidak sehebat anak-anak di luar sana yang seusianya, but always….she is my
moon.
| see....gayanya... |
| ambil bunga lalang |
| main di sawah |
Mudahnya Menyapih
Anak pertama sempat kembali menyusu karena saya tidak tega,
sebab waktu dia di sapih karena saya hamil, tepat diusia si mbak18 bulan, jadi
waktu adiknya lahir, mbaknya pun saya susui lagi, dan ternyata cukup rumit,
karena kadang mbaknya tidak mau mengalah dengan adiknya.
Proses menyapih si mbak juga diwarnai dengan drama menangis
merengek-rengek yang bikin hati ngilu
saat akan tidur juga rewel sekali, tapi juga tidak terlalu sulit, puting cukup
diolesi dengan minyak kayu putih, Tata langsung tidak mau menyusu, proses
menyapih pun lancar jaya, si mbak langsung beralih ke sufor dengan mudahnya.
Nah, si Toriq ini sejak umur 18 bulan mulai saya kenalkan
sufor, dia tergolong Asi maniak, jadi ga doyan sufor, tapi tiap kali mbaknya
minum susu, dia saya kasi juga sedikit, alhamdulilah mulai doyan, kuatir saja
nanti saat disapih gak doyan samasekali.
Jadilah hari jumat minggu kemarin, tanggal 30 januari
2015, saya iseng saja, bilang sama suami, gimana kalo Toriq di sapih, y owes,
suami setuju, pagi itu juga mulailah
Toriq ga usah dikasi Asi, cara saya kali ini agak ekstrim, saya oles saja puting
pake cabe rawit yang depotong jadi 2 (soale
pengalaman waktu kami makan gorengan pake cabe rawit, toriq nyobain potongan
cabe rawit saya, dan sukses nangis kejer-kejer, dan bibirnya mpe merah banget
kepedasan). Sebelumnya juga pernah uji coba pake minyak kayu putih, tapi Toriq
tetap doyan. Mau pake brotowali bingung cari dimana.
And do you believe it ?, its work…..hahaha, torik langsung
gak doyan, katanya nenennya edas..., pas mau tidur siang, mau nenen lagi, saya
kasi saja, “edas…” katanya, tidur siangpun sukses tanpa ngAsi, pas mau tidur
malam, juga gak rewel, dia malah minta susu, abis sebotol, gak brapa lama
tidur.
Masalahnya datang pas dia nglilir, alias bangun tengah
malam, Toriq nangis minta nenen, untung saya sudah ready cabe rawit sebiji di
kamar, langsung saya patahin dan dioles, Toriq sukses gak mau, jadilah saya
tepuk-tepuk saja dan tidur lagi.
Sampai hari ini, alhamdulilah gak ada masalah, Toriq sama sekali
gak minta nenen lagi, tidur siang dan malam juga mudah, senangnya hatiku…..ternyata
gak sesulit yang saya bayangkan, saya pikir bakal sangat rewel, mengingat
selama ini Toriq maunya cuna Asi, gak perlu juga di bawa ke orang pintar
seperti anak tetangga
| here is....my little star |
| nglemparin tanah disawah |
| pake singlet ayah, kecebur sawah.. |
Senin, 19 Januari 2015
Tips Berjilbab Tanpa Ketombe
| sumber : disini |
Rambut berketombe ketika kita menggunakan jilbab, yups….bisa
jadi iya, gak usah yang berjilbab, yang gak pakai juga kepala sering berketombe, apalagi yang
berjilbab, rambut tertutup rapat, sehingga mudah sekali lembab karena sirkulasi
udara tidak lancar, apalagi jika menggunakan dalaman atau anak jilbab yang ketat.
Keluhan seputar ketombe pada perempuan lazim kita dengar,
gara-gara berjilbab jadi ketombean, gara-gara berjilbab rambut jadi apek, eits….gak
juga lah, sebenarnya bukan jilbab penyebabnya, tapi karena ketidakcermatan
kita saja.
Awal-awal berjilbab, saya juga mengalami kepala yang
berketombe, kulit kepala rasanya gatal dan panas, rasanya gak tahan lama-lama
berjilbab, apa terus gak usah pakai jilbab, ya bukan itu solusinya kan, wong berjilbab itu wajib, dari pengalaman saya yang masih baru berjilbab dan masih terus memperbaiki kualitas berjilbab, saya punya beberapa tips yang bikin rambut saya sekarang bebas ketombe, ini cara ampuhnya :
- Gunakan jilbab hanya pada saat rambut kering, apalagi untuk pemakaian yang cukup lama, missal setengah hari atau seharian. Yang beraktifitas pagi, bisa rutin cuci rambut tiap sore, ibu-ibu susah donk, ada urusan uhuk-uhuk, gak tiap hari juga kan..?pakai hairdryer atau kipas angin juga cepet kering.
- Cucilah rambut tiap hari, rambut yang kotor di pengap dalam jilbab, menjadi tempat subur untuk ketombe, juga dapat menimbulkan bau apek, jika ada yang membuka jilbab, kemudian tercium bau yang kurang seksi, dan bikin pengen tutu idung, kemungkinan besar ia berjilbab dalam keaadan rambut kotor.
- Pilihlah jilbab yang terbuat dari bahan yang adem dan mudah menyerap keringat. sehingga jika aktifitas atau berkegiatan di tempat yang panas tidak mudah berkeringat.
- Jangan menggunakan jilbab dan anak jilbab terlalu terlalu ketat. Gak cuma bikin tambah pengap, kalo inijuga asli bikin pusing, trus stress, trus ketombe makin betah.
- Pakailah selalu jilbab dan dalaman yang bersih, jangan pakailah lagi jilbab dan anak jilbab yang sudah kena keringat. yang begitu juga bikin ketombe makin eksis
- Gunakan shampoo yang sesuai dengan kulit kepala. Banyak pilihan shampoo dengan berbagai merek, baca baik-baik sesuai kebutuhan rambut dan kulit kepala kita, apakah rontok, berketombe, berminyak dll.
Nah itu sedikit tips agar tidak berketombe meskipun
berjilbab seharian, semoga bermanfaat dan bye-bye ketombe....
Kamis, 15 Januari 2015
etika menggunakan media sosial
Kalo dulu kita sering dinasehati dengan pribahasa, mulutmu harimaumu, sekarang kita harus waspada dengan jari kita sendiri, seiring dengan perkembangan tehnologi dan jejaring sosial yang semakin tinggi. jejaring sosial seperti Facebook, twitter, google +, path dan lainnya dimana para penggunanya saling berinteraksi terkadang justru menjadi tempat untuk saling menghujat, curhat hal yang kurang bermanfaat, membicarakan sesama teman, memamerkan sesuatu, ajang pertengkaran dan sebagainya. hati-hati, jarimu harimaumu.
Sebenarnya seperti kita berbicara secara langsung, menggunakan jejaring sosial juga ada etikanya, tidak asal saja menuliskan status atau komentar, seperti yang sudah sering kali terjadi, beberapa status dan komentar justru mengantarkan pembuatnya kemeja hijau, sungguh miriskan.
Berikut beberapa etika menggunakan jejaring sosial yang saya rangkum dari berbagai sumber :
1. Etika berkomunikasi
Dalam menggunakan jejaring sosial, sebaiknya gunakan bahasa yang baik dan sopan, bukan yang provokatif, apalagi nantinya tulisan kita akan menjadi sumber pertengkaran bagi orang lain.
2. Menghargai karya orang lain
Tidak mudah pastinya membuat tulisan yang baik, bisa dijadikan motivasi bagi banyak orang, terkadang dengan mudahnya jari lentik kita mengcopy sebagian kalimat indah yang dibuat orang lain tanpa ingat mencantunkan penulisnya. menuliskan seolah-olah itu hasil pemikiran kita, itu sungguh terlalu.
3. Hindari SARA dan Pornografi
Nah kalau yang ini juga sangat sensitif, saya sepakat tidak menuliskan soal sesuatu yang tendensius sama agama dan ras orang lain, pornografi apalagi ya, sangat mengganggu, tanpa membawa nilai apapun, pornografi tidak layak untuk disebarluaskan. karna lebih banyak dampak tidak baiknya ketimbang positifnya.
4. Jangan terlalu mengumbar informasi pribadi
Ini yang paling sering terjadi, sadar atau tidak kebanyakan kita selalu menumbar informasi pribadi (termasuk saya), ya kalau informasi itu bermanfaat bagi orang lain, kalau tidak, kadang kala membuat status sedang bertengkar dengan si anu, bertengkar dengan suami/istri/pacar, benci dengan si anu, semua kegiatan 24 jam ditulis, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, ngantar anak, masak apa, baru beli mobil, perhiasan atau apalah, nonton acara tv, selamat tidur, mungkin kalau bisa, tidurpun nyetatus.... zzzzz.
5 Pahami perbedaan
beda pendapat itu pasti terjadi, kita gak bisa memaksa orang lain untuk sependapat dengan kita, misal kita suka warna merah, apa semua kudu suka merah, pasti ada yang suka hijau, oren, kuning dan lainnya, bayangkan jika warna yang ada didunia ini cuma merah, malah gak baguskan....
Yuks mari belajar menjaga etika di dunia maya, jadikan media sosial tempat menebar kebaikan, bukan pelampiasan amarah dan caci maki. jadiakan media sosial tempat pertemanan yang penuh manfaat.
Sumber
1. http://sosbud.kompasiana.com/
2. http://trimaaja.blogspot.com/
3. oasisbiru.blogspot.com
Selasa, 06 Januari 2015
Cerita Lucu di Warung Tenda
Jadi ceritanya malam itu sehabis ngambil buku, saya, suami dan anak2 makan dulu sebelum pulang, seperti biasa menu pilihan kita ayam bakar, kalo suami sukanya pake nasi uduk, kalo saya sih nasi putih, jadi warung tenda Lamongan tempat biasa kita makan itu jadi pilihan, sebenarnya kebanyakan warung tenda disini berasal dari Lamongan, terbukti dari judulnya dimana tulisan Lamongan lebih gede dari tulisan lainnya.
Tidak terlalu ramai waktu kami masuk, saya langsung pesan makanan, kemudian duduk dikursi yang paling pojok sebelah kanan, meja terdiri dari dua baris, saya langsung buka sate dan nyuapin Tata, ga lupa nyuapin diri sendiri juga, kuatirnya Tata ga habis nanti, sambil mata juga pecicilan liat kiri kanan.
Ada mbak muda yang cantik bingits bawa anaknya yang lasaknya sama kayak Thoriq, umur 3 tahunan lah kayaknya, sederet dengan saya. Meja sebelah, tepat dibelakang mbak cantik, seorang pemuda yang sepertinya baru pulang kerja, tampak kelaparan, dan di belakang saya ada 2 orang cowok yang sedang ngobrol. tak lama menu mereka semua datang, mulailah mereka menikmati piring masing-masing.
Si mbak cantik sedikit ngomel-ngomel dengan anak laki-lakinya yang narik-narik kursi kesana kesini, tapi yang bikin saya geli adalah si pemuda yang baru pulang kerja, mungkin sudah sangat lapar, tetapi si ayam masih panas, ga sabar nih nunggu dingin, trus digigitnya ayam itu, kemudian di lepeh diatas piringnya, beberapa kali....saya senyum sendiri melihatnya soalnya itu saya banget pas waktu kecil, ga sabar nunggu makanan dingin, dicuilin pake gigi. ternyata ada juga yang begitu...hihihi.
Makanan saya belum juga datang, jadi masih mondar-mandir ngikutin Thorig yang ga berenti jalan-jalan, eh kejadian lucu lagi, salah satu cowok dibelakang saya, sepertinya belum kenyang, minta nasi tambahan dengan masnya sambil bilang "Aa tambuh ciek....", dengan logat padang asli...glek, biasa makan nasi padang ne cowok....padahal ini penjualnya mas-mas semua, untung aja pada ngerti. dan langsung tanggap mengantarkan sepiring nasi tambahan.
Itu kejadian yang cukup menggelikan menurut saya, tapi...bisa jadi juga mereka senyum-senyum melihat saya yang sibuk nyicipin sate Tata, emaknya nyicip ato doyan, atau mungkin malah jengkel melihat kelakuan Thoriq yang lasaknya minta ampun, mpe bapaknya makan terburu-buru...hihihi, terserahlah...happy tuesday night.
Tidak terlalu ramai waktu kami masuk, saya langsung pesan makanan, kemudian duduk dikursi yang paling pojok sebelah kanan, meja terdiri dari dua baris, saya langsung buka sate dan nyuapin Tata, ga lupa nyuapin diri sendiri juga, kuatirnya Tata ga habis nanti, sambil mata juga pecicilan liat kiri kanan.
Ada mbak muda yang cantik bingits bawa anaknya yang lasaknya sama kayak Thoriq, umur 3 tahunan lah kayaknya, sederet dengan saya. Meja sebelah, tepat dibelakang mbak cantik, seorang pemuda yang sepertinya baru pulang kerja, tampak kelaparan, dan di belakang saya ada 2 orang cowok yang sedang ngobrol. tak lama menu mereka semua datang, mulailah mereka menikmati piring masing-masing.
Si mbak cantik sedikit ngomel-ngomel dengan anak laki-lakinya yang narik-narik kursi kesana kesini, tapi yang bikin saya geli adalah si pemuda yang baru pulang kerja, mungkin sudah sangat lapar, tetapi si ayam masih panas, ga sabar nih nunggu dingin, trus digigitnya ayam itu, kemudian di lepeh diatas piringnya, beberapa kali....saya senyum sendiri melihatnya soalnya itu saya banget pas waktu kecil, ga sabar nunggu makanan dingin, dicuilin pake gigi. ternyata ada juga yang begitu...hihihi.
Makanan saya belum juga datang, jadi masih mondar-mandir ngikutin Thorig yang ga berenti jalan-jalan, eh kejadian lucu lagi, salah satu cowok dibelakang saya, sepertinya belum kenyang, minta nasi tambahan dengan masnya sambil bilang "Aa tambuh ciek....", dengan logat padang asli...glek, biasa makan nasi padang ne cowok....padahal ini penjualnya mas-mas semua, untung aja pada ngerti. dan langsung tanggap mengantarkan sepiring nasi tambahan.
Itu kejadian yang cukup menggelikan menurut saya, tapi...bisa jadi juga mereka senyum-senyum melihat saya yang sibuk nyicipin sate Tata, emaknya nyicip ato doyan, atau mungkin malah jengkel melihat kelakuan Thoriq yang lasaknya minta ampun, mpe bapaknya makan terburu-buru...hihihi, terserahlah...happy tuesday night.
Langganan:
Postingan (Atom)