Media sosial yang pertama saya pakai adalah facebook, entah kapan tepatnya, sudah lupa. Terus nyobain twitter, line, IG, dan G plus, paling nyaman ya pakai facebook, entah karena itu yang pertama dipakai atau mungkin juga karena yang laen pake sistem follower, jadi serasa gimana karena daku sungguh fakir follower, hihihi.
Awal-awal menggunakan, masih terbengong-bengong dan sering dibawa perasaan, liat status teman ini itu pikirannya negatif saja, dalam hati "huh, pamer...". Pernah suatu kalipun merasa status seseorang itu ditujukan kekita, gak taunya bukan, malu sendiri kaaaan?. Pernah mengalami hal itu, jujur saja awalnya saya begitu.
Melihat temen bikin status lagi jalan merasa dipamerin, liat teman foto didepan rumah baru merasa dipamerin, liat teman lagi OTW, liat foto masakan, baca status temen umroh, baca status temen lagi S2, liat temen foto mesra dengan suami, liat foto temen pake baju baru dengan perhiasan krincing-krincing sebadan-badan dari ujung jari mpe ujung kaki, liat apa saja serasa dipamerin. Yaelah capek banget hidup kita.
Menggunakan media sosial itu gak boleh gampang baper, bisa sengsara sendiri, sampai detik ini saya belum pernah unfriend pertemanan karena statusnya lebai cemanapun, yang saya unfriend n blokir kalo orang itu sudah kirim gambar porno dan sejenisnya. Perlu diingat jumlah teman dimedsos itu bisa ribuan, dan orang bikin status tidak selalu ditujukan pada seseorang. Saya kalo bikin status itu senengnya yang lucu, bisa bikin orang ketawa, share link yang lucu atau ada manfaatnya minimal bagi saya, dengan ribuan teman kita gak akan bisa kok bikin semuanya senang dengan status kita. Begitupun sebaliknya, saya sendiri juga kadang sebel dengan dengan status orang lain, trus saya gimana, lewatin saja, tidak usah digubris apalagi dipikirin, positif thinking saja, pikiran positif lebih menenangkan jiwa.
Ambil hal baik saja dari media sosial yang kita gunakan, yang jelek dan tidak sepemahaman lewatin saja, kalo sudah kesel banget liat si mawar postingannya profokatif terus, tiap postingannya bikin kita naik darah, ya sudah unfriend saja dari pada bikin kita tersiksa, lah wong tombolnya sudah disediakan sama mas mark. Apalagi menjelang pilpres ini, berbeda pilihan bisa bikin permusuhan bahkan dengan saudara sendiri, yee kan?.Trus kesimpulane opo, seperti halnya dunia nyata, dunia maya itu juga isinya macem-macem dan gak mungkin harus seragam dengan kita. Begitulah adanya.
Ttd
mbokde
everything
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Superwer dan tragedi dibaliknya
Sudah lama pingin cerita soal si superwer ini, pertama kali membeli superwer mungkin sepuluh tahun yang silam, belum bersuami tapi sudah tinggal sendiri. Ada seorang teman yang sudah berkeluarga berhasil mempengaruhi saya untuk membeli produk ini. Dia bilang " bagus mbak, makanan gak bau plastik, trus kalo bepergian simpan makanan disuperwer ini sampai mlanting-mlanting gak akan tumpah (((((mlanting-mlanting)))). Well, terpengaruh banget sampai saya beli beberapa set langsungπ.
Hingga saya berumah tangga, koleksi superwer cukup banyak, banyaknya itu dalam arti gak terpakai semua π, belum nyampe selemari yang khusus dipesan untuk menyimpan sisuper dan memajangnya diruang tamuπ.
Eh saya punya beberapa cerita lucu tentang si super ini ya, jaman saya masih sekolah dulu, belum banyak orang yang kenal si super, mungkin dalam sekampung itu bisa dihitung pakai jari yang punya produk itu. Adalah seorang mamah muda dengan satu orang anak balita petempuan. Si mahmud belum lama membeli superwer, tak ingat juga saya apa bentuknya. Dia bercerita memarahi anaknya gara-gara si anak perempunnya ikutan masak, pegang pisau dan si superwer baru ditubles-tubles, alhasil sisuperwer kesayangan gak bisa dipakai dan rusak parah. Si mahmud sampai ngambek dan nangis di kamar saking jengkelnya, suami yang tidak tau harga si super cuma bilang " mbok yo wes, wong cuma plastik kok sampe di tangisi, besok beli lagi"ππ. Beli lagi???.
Lain lagi seorang remaja yang sudah bekerja, ibunya hobi sekali membeli superwer, pokoknya koleksi super sampai gak muat di lemari. Someday dia jalan-jalan piknik dengan kami, saya heran kok makanannya hanya dikemas plastik dan diikat tali karet, nasipun hanya dibungkus kertas nasi. Usut punya usut ternyata si ibu kuatir nanti si super tertinggal, maklumlah anak gadis kalo pergi-pergi suka lupa apa barang yang dibawa. Tiap kali si gadis pergi, pesan ibu jadi lebih panjang dari biasanya "hayi-hati ya nak, superwer ibu jangan tinggal ya"πππ.
Adalagi cerita seorang teman yang puny toko, seorang sahabat dan anak perempuanya yang baru pulang sekolah, mampir. Eh ternyata wadah bekal si anak yang bermerk superwer tertinggal ditokonya. Esoknya si teman balik lagi ketoko, dan menanyakan apakah ada sisuper tertinggal, sampai pusing pemilik toko mencarinya tak kunjung ketemu, dengan perasaan tidak enak di bilang nanti kalo ketemu akan di simpan. Ternyata pulak, ada pelanggan lain yang saat itu datang tanpa sadar membawa wadah sibocah, karena dipikir belanjaanya, dia jujur mengkui dan berjanji akan mengantar ke toko ππ. Ibu si bocah bolak balik ke toko teman saya, sementara orang yang tak sengaja membawanya tak kunjung mengembalikan, entah bagaimana endingnya.
Sejak anak saya 2 dan barang superwer hanya jadi mainan, dilempar, di tendang sama anak saya. Belum lagi banyak tutupny yang pecah karena tidak hati-hati dalam menggunakannya, dari frezzer langsung buka, tutupnya masih keras sudah saya buka, tak berbakat merawat barang bagus dan mahal. Pernah suatu ketika, kami sedang renovasi dapur, barang dapur dikumpul jadi satu, berantakan, dan you know, itu superwer saya untuk wadah cat sama pak bojoππ. Ketika saya tanya kenapa pake itu, katanya "halah cuma plastik kok pelit banget". Sejak saat itu saya berhenti jadi pengabdi superwer, saya lebih memilih merk yang ramah dikantong dan ramah disiapa saja. Lebih suka singa bintang yang sudah terkenal dari jaman jebot, cukup awet, harganya seperlima lebih murah bahkan lebih atau wadah kecil gambar lumba-lumba mau dilempar atau ditendang anak, gak akan saya marahin.
Saya sungguh salut para ibu pengabdi garis keras superwer, yang semua barang dirumahnya dikemas dengan superwer, dari ukuran kecil untuk menyimpan jarum pentul sampai yg muat dimasukin anak saya ada dirumahnya. Sekarangpun banyak muncul wer wer yang lain, barangkali meniru si super yang begitu fenomenal dan banyak dipuja para ibu, pintarnya sisuper ini sering pulak mengeluarkan seri limited edition, maka berlombalah para pengabdi untuk mengkoleksinya. Ngomong-ngomong kamu tim yang mana, superwer or murahwer?.
Hingga saya berumah tangga, koleksi superwer cukup banyak, banyaknya itu dalam arti gak terpakai semua π, belum nyampe selemari yang khusus dipesan untuk menyimpan sisuper dan memajangnya diruang tamuπ.
Eh saya punya beberapa cerita lucu tentang si super ini ya, jaman saya masih sekolah dulu, belum banyak orang yang kenal si super, mungkin dalam sekampung itu bisa dihitung pakai jari yang punya produk itu. Adalah seorang mamah muda dengan satu orang anak balita petempuan. Si mahmud belum lama membeli superwer, tak ingat juga saya apa bentuknya. Dia bercerita memarahi anaknya gara-gara si anak perempunnya ikutan masak, pegang pisau dan si superwer baru ditubles-tubles, alhasil sisuperwer kesayangan gak bisa dipakai dan rusak parah. Si mahmud sampai ngambek dan nangis di kamar saking jengkelnya, suami yang tidak tau harga si super cuma bilang " mbok yo wes, wong cuma plastik kok sampe di tangisi, besok beli lagi"ππ. Beli lagi???.
Lain lagi seorang remaja yang sudah bekerja, ibunya hobi sekali membeli superwer, pokoknya koleksi super sampai gak muat di lemari. Someday dia jalan-jalan piknik dengan kami, saya heran kok makanannya hanya dikemas plastik dan diikat tali karet, nasipun hanya dibungkus kertas nasi. Usut punya usut ternyata si ibu kuatir nanti si super tertinggal, maklumlah anak gadis kalo pergi-pergi suka lupa apa barang yang dibawa. Tiap kali si gadis pergi, pesan ibu jadi lebih panjang dari biasanya "hayi-hati ya nak, superwer ibu jangan tinggal ya"πππ.
Adalagi cerita seorang teman yang puny toko, seorang sahabat dan anak perempuanya yang baru pulang sekolah, mampir. Eh ternyata wadah bekal si anak yang bermerk superwer tertinggal ditokonya. Esoknya si teman balik lagi ketoko, dan menanyakan apakah ada sisuper tertinggal, sampai pusing pemilik toko mencarinya tak kunjung ketemu, dengan perasaan tidak enak di bilang nanti kalo ketemu akan di simpan. Ternyata pulak, ada pelanggan lain yang saat itu datang tanpa sadar membawa wadah sibocah, karena dipikir belanjaanya, dia jujur mengkui dan berjanji akan mengantar ke toko ππ. Ibu si bocah bolak balik ke toko teman saya, sementara orang yang tak sengaja membawanya tak kunjung mengembalikan, entah bagaimana endingnya.
Sejak anak saya 2 dan barang superwer hanya jadi mainan, dilempar, di tendang sama anak saya. Belum lagi banyak tutupny yang pecah karena tidak hati-hati dalam menggunakannya, dari frezzer langsung buka, tutupnya masih keras sudah saya buka, tak berbakat merawat barang bagus dan mahal. Pernah suatu ketika, kami sedang renovasi dapur, barang dapur dikumpul jadi satu, berantakan, dan you know, itu superwer saya untuk wadah cat sama pak bojoππ. Ketika saya tanya kenapa pake itu, katanya "halah cuma plastik kok pelit banget". Sejak saat itu saya berhenti jadi pengabdi superwer, saya lebih memilih merk yang ramah dikantong dan ramah disiapa saja. Lebih suka singa bintang yang sudah terkenal dari jaman jebot, cukup awet, harganya seperlima lebih murah bahkan lebih atau wadah kecil gambar lumba-lumba mau dilempar atau ditendang anak, gak akan saya marahin.
Saya sungguh salut para ibu pengabdi garis keras superwer, yang semua barang dirumahnya dikemas dengan superwer, dari ukuran kecil untuk menyimpan jarum pentul sampai yg muat dimasukin anak saya ada dirumahnya. Sekarangpun banyak muncul wer wer yang lain, barangkali meniru si super yang begitu fenomenal dan banyak dipuja para ibu, pintarnya sisuper ini sering pulak mengeluarkan seri limited edition, maka berlombalah para pengabdi untuk mengkoleksinya. Ngomong-ngomong kamu tim yang mana, superwer or murahwer?.
Keinginan Putih Hingga Flek Hitam
Sampai detik ini, saya gak paham dengan keinginan beberapa oramg yang kulitnya kuning, coklat, ato sawo matang ingin menjadi putih. Mind set bahwa putih itu cantik rasanya sudah terpatri sebegitu besar pada sebagian orang. Anak saya saja yang masih bau kencur, gak mau dibilang coklat, entah kenapa pokoknya dia kepingin putihπ. Pengaruh iklan skincare juga kali ya, yang bisa bikin kulit putih kayak orang korea, dari mulai sabun, body lotion mpe aneka krim-kriman, kecuali es krimπ.
Dialam nyata ini, sering saya bertemu dengan orang yang berusaha cukup keras untuk putih, meskipun hanya wajahnya yang terlihay putihππ, itu sudah cukup bikin seneng loh. Sampe kadang ada yang mukanya putih banget, tapi lainnya gak putih, definisi cantik yang embohlah.
Makanya keingan sebagian besar para wanita ini bikin produk skincare aneka rupa itu laris manis dan tumbuh subur kayak jamur dimusim hujan.
Ditempat saya ini ada yang kulitnya putih, mukanya bersih, karena ya emang dari sononya putih, keluarganya putih-putih. Banyak yang secara langsung tanya, pake bedak apa dia mbak kok mukanya bagus banget, ada juga yang nanya bisik bisikπ, ya saya jawab, cuma pake bedak bayi itu, my baby, lah wong dari owek sudah putih.
Eh ya, saya juga sering kepo kalo liat orang yang masih dibawah 30 tahun sudah flek hitam dimana-mana, dari hasil penyelidikan ternyata ya itu, pernah pakai krim-kriman yang bikin putih, kadang ada loh yang bilang dari masih sekolah dah pake krim yang bikin muka putih. Padahal umur di bawah 30 tahun sih muka masih seger-segernya, apalagi dibawsh 20 tahun, halah, masih kinyis-kinyis, mukanya masih kenceng-kenceng, yaa paling jerawatlah masalahnya.
Kemarin akhirnya saya gogling soal krim-kriman ini. Hati-hati loh dalam memilih skincare terutama untuk muka, jangan sampai keinginan kita untuk cantik malah jadi bikin kulit wajah kita stress, karena efek dari pemutih berbahaya ini bikin kita jadi lebih tua loh ternyata, pas awal-awal saja muka putih, bersih tak berjerawat, jika kita berhenti memakai bahkan kulit akan menghitam sebagai efek sampingnya. Makanya kebanyakan jadi tergantung dan susah berhenti.
Flek hitam yang disebabkan oleh penggunaan krim-krim berbahaya ini juga sangat susah loh di hilangkan, dari pengalaman orang yang mengalami yang pernah saya lihat malah tidak ada yang hilang flek hitamnya, paling kenceng berkurang sedikit.π
Sebenarnya banyak kok cara alami untuk merawat kulit wajah, misal dengan maskeran pake bengkuang, maskeran pake lemon, maskeran pake madu. Memang tidak bisa instan, tapi cara ini lebih aman bagi kesrhatan kita. Kalaupun memang menggunakan skincare, pilihlah dengan hati-hati jangan srmbarangan, liat wajah seseorang bagus pakai x, latah ikut-ikutan, padahal belum tentu cocok dengan kita. Apalagi kalo sicantik itu bru 20 an, kitanya 40an. Itukan kayak membandingkan dogan dan kelapa tua, meski sama sama kelapa. Eh..
Kalo ada yang punya masalah wajah, silahkan keahlinya, pastinya bukan saya π.
Dialam nyata ini, sering saya bertemu dengan orang yang berusaha cukup keras untuk putih, meskipun hanya wajahnya yang terlihay putihππ, itu sudah cukup bikin seneng loh. Sampe kadang ada yang mukanya putih banget, tapi lainnya gak putih, definisi cantik yang embohlah.
Makanya keingan sebagian besar para wanita ini bikin produk skincare aneka rupa itu laris manis dan tumbuh subur kayak jamur dimusim hujan.
Ditempat saya ini ada yang kulitnya putih, mukanya bersih, karena ya emang dari sononya putih, keluarganya putih-putih. Banyak yang secara langsung tanya, pake bedak apa dia mbak kok mukanya bagus banget, ada juga yang nanya bisik bisikπ, ya saya jawab, cuma pake bedak bayi itu, my baby, lah wong dari owek sudah putih.
Eh ya, saya juga sering kepo kalo liat orang yang masih dibawah 30 tahun sudah flek hitam dimana-mana, dari hasil penyelidikan ternyata ya itu, pernah pakai krim-kriman yang bikin putih, kadang ada loh yang bilang dari masih sekolah dah pake krim yang bikin muka putih. Padahal umur di bawah 30 tahun sih muka masih seger-segernya, apalagi dibawsh 20 tahun, halah, masih kinyis-kinyis, mukanya masih kenceng-kenceng, yaa paling jerawatlah masalahnya.
Kemarin akhirnya saya gogling soal krim-kriman ini. Hati-hati loh dalam memilih skincare terutama untuk muka, jangan sampai keinginan kita untuk cantik malah jadi bikin kulit wajah kita stress, karena efek dari pemutih berbahaya ini bikin kita jadi lebih tua loh ternyata, pas awal-awal saja muka putih, bersih tak berjerawat, jika kita berhenti memakai bahkan kulit akan menghitam sebagai efek sampingnya. Makanya kebanyakan jadi tergantung dan susah berhenti.
Flek hitam yang disebabkan oleh penggunaan krim-krim berbahaya ini juga sangat susah loh di hilangkan, dari pengalaman orang yang mengalami yang pernah saya lihat malah tidak ada yang hilang flek hitamnya, paling kenceng berkurang sedikit.π
Sebenarnya banyak kok cara alami untuk merawat kulit wajah, misal dengan maskeran pake bengkuang, maskeran pake lemon, maskeran pake madu. Memang tidak bisa instan, tapi cara ini lebih aman bagi kesrhatan kita. Kalaupun memang menggunakan skincare, pilihlah dengan hati-hati jangan srmbarangan, liat wajah seseorang bagus pakai x, latah ikut-ikutan, padahal belum tentu cocok dengan kita. Apalagi kalo sicantik itu bru 20 an, kitanya 40an. Itukan kayak membandingkan dogan dan kelapa tua, meski sama sama kelapa. Eh..
Kalo ada yang punya masalah wajah, silahkan keahlinya, pastinya bukan saya π.
Perjuangan Mengenolkan Bunga
Salah satu resolusi yang ingin dicapai tahun 2019 ini adalah mengenolkan hutang yang masih pakai
bunga/riba. Insha Alloh pertengahan tahun ini semua bisa selesai, amiin. Sebenarnya dah lamaaa banget pigin nulisin ini, cuma takut dianggap suci tak bernoda, padahal kan saya bukan rinso, tapi setelah baca tentang mas aldo dan CRV nya, jadi pingin ikutan curhat juga.
sebenernya akutu Tau itu dosa, riba itu gak boleh sebenarnya ya dari kecil, dari pelajaran agama disekolah sejak SD. Sudah tau, namun kurangnya pemahaman, meskipun tau tapi tetep melakukan, sepengetahuan saya waktu itu riba itu ya kalo pinjam uang di rentenir, yang mana bunganya cukup ajaib bikin tepok jidat. Wong waktu itu juga gak minjam paling cuma nabung yang mana bunganya juga abis buat biaya adm nya. Jadi pas sekolah SMP saya sudah punya rekening di bank dan rasanya bangga banget, ini loh, aku dah punya buku t abungan.
Mulai menyadari riba serta bahayanya, hingga gogling sampai mencapai titik, oke saya harus berhentisejak tahun 2013. Waktu itu suami pinjam uang di bank sebesar 175 juta selama 15 tahun alias 180 bulan. Besar angsuran sekitar 2,5 jt dengan pokok sebesar 1 juta dan bunga sebesar 1,5 juta. Lebih besar bunganya dari pada pokok yang harus kami bayarkan tiap bulan #lapkeringat. Saat meminjam kita sudah kena potongan untuk biaya ini itu sebesar kurang lebih 8 jutaan.
Menghitung bahwa tiap bulan kami harus membayar bunga lebih besar dari pada pokoknya membuat saya makin lama makin sadar, itu harus dihentikan. Mulailah kami mencari tahu bagaimana menutup pinjaman tersebut serta menghitung berapa sisa pinjaman yang harus kami bayarkan. Berbagai cara kami lakukan termasuk mengencangkan ikat pinggang, mengurangi pengeluaran pastinya. Alhamdulilah akhirnya tahun 2017, bulan agustus kami berhasil menutup hutang di bank. Cicilan baru 40 bulan, sisa yang harus kami bayarkan pokok kali 140 bulan di tambah finalti selama 8 bulan alias 12 jeti ππ, Nangis bombay teman, kejaaaam.. finaltnya gede banget.
Jika mungkin ada yang langsung mikir, halah, sok-sokan, macam sudah kaya aja, ya gak apa, semua punya pemikiran masing-masing, gak harus kaya juga untuk terbebas dari hutang. Ada juga kok yang makin kaya makin banyak hutangnya, ada juga yang hutang supaya kelihatan kaya, ada yang biasa saja tampilannya seperti idolaqu mas mark zuckerberg tapi sebenernya hartane sak mboh mboh.
Dulu tuh saya juga yang bangga banget jika pengajuan pinjaman diterima bank, merasa kridibilatasnya tinggi, orang baik, sampe bisa dipercaya bank #senyummiris. sekarang kalo membeli barang memang karna perlu, bukan karna mau atau karena malu. Wes ben rumah gak ada isinya, biar juga naek motor bekas, pake mobil bekas, yang penting hati tenang. Jangan dikira liat teman pake ekspander, pajero dan crv kayak mas aldi gak pengen, tapi keinginnya cukup disimpan dalam hati saja.
Alhamdulilah sudah berlalu1,5 tahun, kalau teringatpun rasanya masih mules
Lantas, apakah saya sudah terbebas dari riba, belum teman-teman. Saya masih membayar dan mendapatka bunga dari keanggotan koperasi. Memang pinjaman di koperasi bunganya hanya 0,5 persen perbulan. Tapi sekecil apapun, yang namanya bunga ya tetap riba. Tidak dibolehkan
Saat ini dengan mengumpulkan keberanian yang sudah lama terpendam, dengan pengetahuan yang hanya seperti butiran debu saya usul kepada teman-teman dan para pengurus koperasi, semoga suatu saat koperasi yang saya ikuti ini juga bisa menjadi koperasi yang syariah, sehingga anggota yang muslim tidak merasa galau tanpa juga merugikan yang non muslim.
Bagaimana caranya? Misal koperasi kita beranggotakan 60 otang, dengan modal 25 juta, saat ini sudah bisa meminjamkan dana maksimal 60 juta kepada tiap anggotanya. Kalo pinjamnya tanpa bunga, trus bagaimana koperasi modalnya bisa bertambah. Dengan cara menambah simpanan wajib menjadi sebesar 0,5 persen dari pinjaman maksimum atau terserah yang disrpakati. Misal simpanan wajib sebesar rp. 300.000, jadi tiap anggota selama sayu tahun bertambah modalnya sebesar 3,6 juta.
Bagaimana dengan pengurus, pengurus tetap wajib dibayar karena memang tidak ringan mengurusi dana sebanyak ini, biaya pengurus 10 persen dari total simpanan wajib kita selama setahun. Jadi rp. 360.000 x 60 orang.
Nah bagaimana yang tidak meminjam, ya tidak akan mendapatkan uang lebih, sama saja dengan anggota yang lain, simpanan pokok sama memba
bunga/riba. Insha Alloh pertengahan tahun ini semua bisa selesai, amiin. Sebenarnya dah lamaaa banget pigin nulisin ini, cuma takut dianggap suci tak bernoda, padahal kan saya bukan rinso, tapi setelah baca tentang mas aldo dan CRV nya, jadi pingin ikutan curhat juga.
sebenernya akutu Tau itu dosa, riba itu gak boleh sebenarnya ya dari kecil, dari pelajaran agama disekolah sejak SD. Sudah tau, namun kurangnya pemahaman, meskipun tau tapi tetep melakukan, sepengetahuan saya waktu itu riba itu ya kalo pinjam uang di rentenir, yang mana bunganya cukup ajaib bikin tepok jidat. Wong waktu itu juga gak minjam paling cuma nabung yang mana bunganya juga abis buat biaya adm nya. Jadi pas sekolah SMP saya sudah punya rekening di bank dan rasanya bangga banget, ini loh, aku dah punya buku t abungan.
Mulai menyadari riba serta bahayanya, hingga gogling sampai mencapai titik, oke saya harus berhentisejak tahun 2013. Waktu itu suami pinjam uang di bank sebesar 175 juta selama 15 tahun alias 180 bulan. Besar angsuran sekitar 2,5 jt dengan pokok sebesar 1 juta dan bunga sebesar 1,5 juta. Lebih besar bunganya dari pada pokok yang harus kami bayarkan tiap bulan #lapkeringat. Saat meminjam kita sudah kena potongan untuk biaya ini itu sebesar kurang lebih 8 jutaan.
Menghitung bahwa tiap bulan kami harus membayar bunga lebih besar dari pada pokoknya membuat saya makin lama makin sadar, itu harus dihentikan. Mulailah kami mencari tahu bagaimana menutup pinjaman tersebut serta menghitung berapa sisa pinjaman yang harus kami bayarkan. Berbagai cara kami lakukan termasuk mengencangkan ikat pinggang, mengurangi pengeluaran pastinya. Alhamdulilah akhirnya tahun 2017, bulan agustus kami berhasil menutup hutang di bank. Cicilan baru 40 bulan, sisa yang harus kami bayarkan pokok kali 140 bulan di tambah finalti selama 8 bulan alias 12 jeti ππ, Nangis bombay teman, kejaaaam.. finaltnya gede banget.
Jika mungkin ada yang langsung mikir, halah, sok-sokan, macam sudah kaya aja, ya gak apa, semua punya pemikiran masing-masing, gak harus kaya juga untuk terbebas dari hutang. Ada juga kok yang makin kaya makin banyak hutangnya, ada juga yang hutang supaya kelihatan kaya, ada yang biasa saja tampilannya seperti idolaqu mas mark zuckerberg tapi sebenernya hartane sak mboh mboh.
Dulu tuh saya juga yang bangga banget jika pengajuan pinjaman diterima bank, merasa kridibilatasnya tinggi, orang baik, sampe bisa dipercaya bank #senyummiris. sekarang kalo membeli barang memang karna perlu, bukan karna mau atau karena malu. Wes ben rumah gak ada isinya, biar juga naek motor bekas, pake mobil bekas, yang penting hati tenang. Jangan dikira liat teman pake ekspander, pajero dan crv kayak mas aldi gak pengen, tapi keinginnya cukup disimpan dalam hati saja.
Alhamdulilah sudah berlalu1,5 tahun, kalau teringatpun rasanya masih mules
Lantas, apakah saya sudah terbebas dari riba, belum teman-teman. Saya masih membayar dan mendapatka bunga dari keanggotan koperasi. Memang pinjaman di koperasi bunganya hanya 0,5 persen perbulan. Tapi sekecil apapun, yang namanya bunga ya tetap riba. Tidak dibolehkan
Saat ini dengan mengumpulkan keberanian yang sudah lama terpendam, dengan pengetahuan yang hanya seperti butiran debu saya usul kepada teman-teman dan para pengurus koperasi, semoga suatu saat koperasi yang saya ikuti ini juga bisa menjadi koperasi yang syariah, sehingga anggota yang muslim tidak merasa galau tanpa juga merugikan yang non muslim.
Bagaimana caranya? Misal koperasi kita beranggotakan 60 otang, dengan modal 25 juta, saat ini sudah bisa meminjamkan dana maksimal 60 juta kepada tiap anggotanya. Kalo pinjamnya tanpa bunga, trus bagaimana koperasi modalnya bisa bertambah. Dengan cara menambah simpanan wajib menjadi sebesar 0,5 persen dari pinjaman maksimum atau terserah yang disrpakati. Misal simpanan wajib sebesar rp. 300.000, jadi tiap anggota selama sayu tahun bertambah modalnya sebesar 3,6 juta.
Bagaimana dengan pengurus, pengurus tetap wajib dibayar karena memang tidak ringan mengurusi dana sebanyak ini, biaya pengurus 10 persen dari total simpanan wajib kita selama setahun. Jadi rp. 360.000 x 60 orang.
Nah bagaimana yang tidak meminjam, ya tidak akan mendapatkan uang lebih, sama saja dengan anggota yang lain, simpanan pokok sama memba
Minggu, 18 Februari 2018
Tentang melihat beranda orang lain
Bagi saya, facebook, instagram, twitter dan banyak lagi media sosial adalah tempat yang asyik buat menjalin pertemanan baik yang memang sudah kenal di dunia nyata, maupun yang tidak kenal. Media sosial ini berguna banget untuk mendapatkan info yang terkadang memang saya butuhkan, semisal parenting, masak masak, fashion, kajian agama dan lainnya. Tak sedikit juga tulisan tulisan inspiratif yang saya baca langsung ngena dihati dan otomatis saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namany media sosial, makin banyak teman, makin ramelah linimasa kita dengan rupa-rupa status atau postingan yang beraneka ragam, kalau bagi saya pribadi, media sosial adalah tempat pamer, terserah mau pamer apa, ada yang pamer makanan, traveling, aneka jualan, pamer urusan rumah tangga, pamer prestasi anak, sampai pamer pertengkaran dan segambreng pamer-pamer lain. Saya juga termasuk tukang pamer, apalagi kalo pamer saya dapat like, po meneh dikomentari, senengnya (Ih kok pamer sih, keliatane kok negatif banget..ha njuk opo? ).
Apakah terganggu dengan aneka pamer itu, so far nggak, banyak kok pamer yang positif trus saya like, kadang malah ikut komentar, trus kalo pamernya yang saya tidak suka, yo wes saya lewatin saja, gampil, status di linimasa gak perlu bikin baper, malah nambah-nambahin stress.
Soal melihat, mengintip atau membuka beranda orang lain, saya sering, apalagi beranda para idola, seleb medsos, sering banget. Terutama nech yang statusnya berguna sering ngasih tips apalah gitu, yang sering bikin status lucu-lucu, status yang mengundang tanya (bertengkar, pelakor, masalah arisan, selingkuh, tersandung hukum, korupsi) Apalagi status yang lagi viral, biasanya langsung kepo akunnya. Kalo lama gak online, biasanya langsung kepo akun-akun idola tersebut, kuatir ketinggalan info, hahaha, eh tapi saya jarang liat akun lamtur yow, seringnya ngintipin akun seleb masak di IG ding, sapatau ada resep baru, mudah dan murah yang perlu dicoba #pelit.
Cuma saya heran nich, kadang nemu status yang kira-kira gini, "hayo, ada yang kepoin kronologi aku, siapa tuhhhh?". Lah emang dilarang apa, lah jelas-jelas disitu ada pilihan setting, kalo gak boleh dilihat publik ya setting only me, kalau settingnya publik, ya artinya siap dilihat siapapun.
Kalau ada yang kepo akun saya, membuka kronologi, wah saya seneng banget, serasa jadi seleb hahaha #selebwannabe. Makanya jangan kuatir ya, kalo ada yang ngintip akun saya, gak akan saya curigai kok, gak akan dibikin status juga, hihihi.
Namany media sosial, makin banyak teman, makin ramelah linimasa kita dengan rupa-rupa status atau postingan yang beraneka ragam, kalau bagi saya pribadi, media sosial adalah tempat pamer, terserah mau pamer apa, ada yang pamer makanan, traveling, aneka jualan, pamer urusan rumah tangga, pamer prestasi anak, sampai pamer pertengkaran dan segambreng pamer-pamer lain. Saya juga termasuk tukang pamer, apalagi kalo pamer saya dapat like, po meneh dikomentari, senengnya (Ih kok pamer sih, keliatane kok negatif banget..ha njuk opo? ).
Apakah terganggu dengan aneka pamer itu, so far nggak, banyak kok pamer yang positif trus saya like, kadang malah ikut komentar, trus kalo pamernya yang saya tidak suka, yo wes saya lewatin saja, gampil, status di linimasa gak perlu bikin baper, malah nambah-nambahin stress.
Soal melihat, mengintip atau membuka beranda orang lain, saya sering, apalagi beranda para idola, seleb medsos, sering banget. Terutama nech yang statusnya berguna sering ngasih tips apalah gitu, yang sering bikin status lucu-lucu, status yang mengundang tanya (bertengkar, pelakor, masalah arisan, selingkuh, tersandung hukum, korupsi) Apalagi status yang lagi viral, biasanya langsung kepo akunnya. Kalo lama gak online, biasanya langsung kepo akun-akun idola tersebut, kuatir ketinggalan info, hahaha, eh tapi saya jarang liat akun lamtur yow, seringnya ngintipin akun seleb masak di IG ding, sapatau ada resep baru, mudah dan murah yang perlu dicoba #pelit.
Cuma saya heran nich, kadang nemu status yang kira-kira gini, "hayo, ada yang kepoin kronologi aku, siapa tuhhhh?". Lah emang dilarang apa, lah jelas-jelas disitu ada pilihan setting, kalo gak boleh dilihat publik ya setting only me, kalau settingnya publik, ya artinya siap dilihat siapapun.
Kalau ada yang kepo akun saya, membuka kronologi, wah saya seneng banget, serasa jadi seleb hahaha #selebwannabe. Makanya jangan kuatir ya, kalo ada yang ngintip akun saya, gak akan saya curigai kok, gak akan dibikin status juga, hihihi.
Selasa, 16 Januari 2018
Proll Tape
Proll Tape Kukus
300 gr tape, buang sumbu
60 gr gula pasir
2 btr telur
70 gr terigu
70 ml susu cair
75 gram margarin lelehkan
toping
keju
kismis
cara membuat
- Lumatkan tape dengan gula sampai teksturnya halus
- Masukan tepung terigu, aduk rata, kemudian tambahkan telur, aduk lagi hingga rata
- Terakhir campurkan susu dan margarin leleh, aduk hingga rata
- Masukan dalam loyang yang sudah diolesi margarin, beri taburan keju dan kismis (saya alas kertas roti dan dipanggang, karena lebih suka aroma cake yang di panggang, lebih harum).
Begitu matang keluar dari oven, langsung angkat kertas rotinya dan letak di rak kawat, aromanya wanginya sangat menggoda. Anak-anak sudah tidak sabar pingin nyicip. Rasanya enak banget, tapi karena proll tape ini tipe cake dengan tekstur padat, makan seiris saja langsung eneg. Walau rasanya enak, tapi saya lebih suka bolu tape yang lebih berpori dan juga tidak eneg.
Resep ini sangat gampang, tidak perlu mixer dan oven, tinggal aduk-aduk, trus kukus, cocok buat yang tidak suka ribet atau tidak punya banyak waktu buat baking.
Roti Manis Isi Meses
Bikin roti lagi, kenapa roti, roti dan roti? ya karena anak anak suka
banget, trus juga lagi seneng banget nyobain resep baru hasil mantengin foto-foto cantik para ahli roti di IG. Penasaran pokoknya, orang bisa bikin, kenapa saya tidak.
Bikin roti itu sungguh susah-susah gampang, bikin roti gagal, jadi makin penasaran, kenapa kok bisa gagal, jadi pingin segera bikin lagi, melayang-layang di kepala, aih kenapalah tadi kok gini, kok gitu. Pas bikinnya berhasil, tambah penasaran pingin nyobain resep lain, bentuk lain lagi, lagi dan lagi. Nah trus kapan berentinya, tepok jidat.
Dari kemarin si mbak minta bikinin roti isi coklat, aseeek, si mamak bisa bereksperimen lagi nech, resep dasar liat di IGnya mbak Liliana wijaya yang IG nya bertaburan gambar roti cakep, rapi n super montok.
ini resepnya
260 gr tepung komaci (saya cakra)
60 gr gulpas
15 gr susu bubuk
6 gr fermipan
2 kuning telur dan susu cair timbang 150- 160 gr
30 gr unsalted butter (saya bb cake n cookies)
2 gr garam
Caranya
campur terigu, fermipan, gula pasir & susu bubuk, aduk rata sebentar, masukan telur dan susu cair, mixer sampai setengah kalis, terakhir masukan butter dan garam, mixer terus sampai benar benar kalis elastis.
Istirahatkan kurang lebih 45 menit (saya satu jam lebih), kempiskan adonan, bentuk dan isi sesuai selera, saya bagi 16 dan isi dengan meses.
Letakan di loyang yang sudah dioles mentega, istirahatkan lagi 1 jam, panggang di oven yang telah dipanaskan selama 25 menit atau sesuai oven masing masing (saya api bawah 20menit, atas 7 menit suhu 170 dersel)
Begitu keluar oven, oles atasnya dengan butter supaya mengkilap.
Senin, 02 Oktober 2017
Roti Tawar Ungu
Setelah beberapa kali nyoba bikin roti tawar, baru kali ini pede mendokumentasikan di blog karena hasilnya sangat mememuaskan (bagi saya). Hasil rotinya ngembang sempurna, seratnya panjang, rotinya lembut, montok menul-menul.
Jangan tanya berapakali gagal ya, pokoknya gagal buat, gagal buat sampai hasilnya oke, apalagi roti memang makanan kesukaan mbak tata, tidak buatpun sering beli. Jadi membuat roti sendiri meskipun repot, capek, sambil ngasuh sikecil pulak (kadang sambil gendong), tetapi mana kali hasilnya oke dan semua yang nyicip makannya lahap, capeknya langsung ilang, pingin bikin lagi, lagi dan lagi.
Seneng baking lah pokoke, bagi sebagian orang masak adalah kegiatan yang menyiksa, tapi bagi saya hal menyenangkan, penghilang stres sebagai ibu rumah tangga yang kerjaannya hanya dari pintu depan hingga pintu belakang.
Nah ini resep roti tawar ungunya yang saya dapat dari grup WA, resepnya liat di ig mbak ms.rinadedik. Cara membuat versi kebiasaan saya aja dan beberapa bahan dimodifikasi, seperti bubuk taro karena disini gak ada saya ganti saja dengan pasta ungu merek kupu-kupu, trus mentega juga ganti margarin.
Roti Tawar Ungu
Bahan
200 gr tepung cakra
100 gr tepung segitiga biru
150 ml susu cair
1 btr telur
1 sdt ragi instan
50 gr gula pasir
10 gr bubuk taro (me : pasta ungu)
1/4 sdt garam
30 gr margarin/butter (me : blueband cake n cookies)
Cara membuat
Tuh hasil saya nguprek hari ini, duh rasanya puas banget, si mbak makan roti deengan SKM plus meses, sementara si torik aneh aneh saja, makan rotinya ditabur pake gula donat rasa melon yang nyss itu.
Jangan tanya berapakali gagal ya, pokoknya gagal buat, gagal buat sampai hasilnya oke, apalagi roti memang makanan kesukaan mbak tata, tidak buatpun sering beli. Jadi membuat roti sendiri meskipun repot, capek, sambil ngasuh sikecil pulak (kadang sambil gendong), tetapi mana kali hasilnya oke dan semua yang nyicip makannya lahap, capeknya langsung ilang, pingin bikin lagi, lagi dan lagi.
Seneng baking lah pokoke, bagi sebagian orang masak adalah kegiatan yang menyiksa, tapi bagi saya hal menyenangkan, penghilang stres sebagai ibu rumah tangga yang kerjaannya hanya dari pintu depan hingga pintu belakang.
Nah ini resep roti tawar ungunya yang saya dapat dari grup WA, resepnya liat di ig mbak ms.rinadedik. Cara membuat versi kebiasaan saya aja dan beberapa bahan dimodifikasi, seperti bubuk taro karena disini gak ada saya ganti saja dengan pasta ungu merek kupu-kupu, trus mentega juga ganti margarin.
Roti Tawar Ungu
Bahan
200 gr tepung cakra
100 gr tepung segitiga biru
150 ml susu cair
1 btr telur
1 sdt ragi instan
50 gr gula pasir
10 gr bubuk taro (me : pasta ungu)
1/4 sdt garam
30 gr margarin/butter (me : blueband cake n cookies)
Cara membuat
- Siapkan wadah, masukan semua bahan kecuali mentega, mixer hingga terbentuk adonan, masukan margarin dan mix hingga adonan kalis elastis (boleh pake tangan, ngulennya seperti nyuci baju, lumayan buat olahraga, beberapa kali buat ngadon dengan tangan hasilnya tidak maksimal, saya tidak sabaran, capek dan tangan lengket-lengket berminyak
- Bulatkan adonan dengan sedikit minyak sambil di tepuk-tepuk, kemudian tutup dengan serbet atau cling wrap hingga mengembang dua kali lipat atau sekitar 1 jam.
- Kempeskan adonan, bagi empat, gilas kemudian gulung dan tata dalam loyang yang sudah diolesi margarin, tabur wijen.
- Diamkan sampai adonan mengembang 2x.
- Oven dengan suhu 170-180 dercel sampai matang atau sesuaikan dengan oven masing masing, saya selama kurang lebih 30 menit
- Angkat, dinginkan di cooling rak.
- Potong dan sajikan
Tuh hasil saya nguprek hari ini, duh rasanya puas banget, si mbak makan roti deengan SKM plus meses, sementara si torik aneh aneh saja, makan rotinya ditabur pake gula donat rasa melon yang nyss itu.
Senin, 04 September 2017
Menjadi Produktif
Semua mahluk hidup itu kudu produktif, apalagi kita manusia, baik laki-laki ataupun perempuan harus Produktif sesuai kemampuannya. Produktif itu itu kayak apa sih, menurut saya produktif itu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, sesuatu itu tidak semata materi atau uang kok, bisa juga jasa. Aktif mengurus kegiatan diseputar rt juga merupakan hal yang produktif.
Sebagai seorang perempuan muslimah yang sudah memiliki 3 orang anak, meskipun saya tidak bekerja formal, saya merasa diri saya sangat bisa untuk produktif. Sudah jamak sebenarnya dimasyarakat kita, menjad ibu rumah tangga kerap di pandang sebelah mata, apalagi dengan pendidikan yang cukup tinggi, seolah olah menjadi irt itu adalah pekerjaan yang tidak berarti. Padahal jelas -jelas, saat pengisian biodata atau identitas, Irt adalah suatu pekerjaan.
Saya tidak beranggapan demikian, ibu rumah tangga justru adalah perempuan yang sangat produktif, lihat saja list pekerjaan rumah tangga yang sebagian besar dihandle perempuan, mulai dari bangun tidur , sholat, membuat sarapan, memandikan anak, menyiapkan printilan anak sekolah,menyapu, mengepel, cuci piring, masak, mencuci pakaian, menyetrika, belanja, mengajarin anak, antar jemput anak sekolah dan les, bla-bla. Belum ditambah pekerjaan ekstra semisal mendadak anak menumpahkan makanan, atau anak sakit, rewel tak mau turun dari gendongan sepanjang hari, suami mau gantiin gendong, anaknya yang tidak mau.
Bersyukur jika punya suami yang mau berbagi pekerjaan rumah tangga (alhamdulilah keluarga kami begitu, suami tak sungkan dan tak keberatan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga). Banyak juga yang tak seberuntung saya, pekerjaan rumah tangga mutlak adalah pekerjaan perempuan, meskipun keduanya juga sama sama bekerja mencari nafkah. Tuh betapa produktif itu adalah suatu keharusan bagi kita perempuan.
Meskipun 24 jam dirumah saja, saya tidak merasa menjadi perempuan yang tak berguna, malahan saya sangat bersyukur pekerjaan yang menghasilkan uang bisa dari rumah. Saya punya lebih banyak waktu bersama anak. Bisa melampiaskan hobi baking dan cooking, bisa nyobain macam-macam resep makanan baru.
Belum lagi era digital seperti ini, lebih leluasa saya menggali potensi diri dalam banyak hal, menulis salah satunya, meskipun saya hanya menulis pengalaman saya, baik yang terjadi pada saya atau pada orang lain. Tidakpun menghasilkan uang, tapi ketika itu mendapat apresiasi dari beberapa teman, sudah sangat membuat bahagia. Banyak di rumah membuat kita bisa ikut kegiatan ini itu yang bermanfaat, gabung dengan berbagai komunitas yang bisa mengupgrade kita sebagai perempuan.
Gabung dengan komunitas masak, bikin kita tambah pinter masak, anak senang suamipun sayang, ehem. Gabung dengan komunitas menulis, jadi tambah semangat untuk nulis, kadang kadang tidak ada ide, liat teman nulis ini itu, jadi kepikiran dan ide-ide cemerlang mendadak bermunculan dikepala. Gabung dengan komunitas agama bikin pengetahuan agama kita tambah baik
Jadi kalau ditanyakan apakah sebagai perempuan harus produktif, jawabannya iyees banget, ladang produktifitas kita bisa dimana saja dan kapan saja. Buat semua perempuan, mau single ato double, mau pekerja formal atau non formal mari kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya, sebanyak-banyaknya bisa bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, karena kelak kita akan diminta mempertanggungjawabkan hidup kita didunia ini oleh Alloh SWT.
Sebagai seorang perempuan muslimah yang sudah memiliki 3 orang anak, meskipun saya tidak bekerja formal, saya merasa diri saya sangat bisa untuk produktif. Sudah jamak sebenarnya dimasyarakat kita, menjad ibu rumah tangga kerap di pandang sebelah mata, apalagi dengan pendidikan yang cukup tinggi, seolah olah menjadi irt itu adalah pekerjaan yang tidak berarti. Padahal jelas -jelas, saat pengisian biodata atau identitas, Irt adalah suatu pekerjaan.
Saya tidak beranggapan demikian, ibu rumah tangga justru adalah perempuan yang sangat produktif, lihat saja list pekerjaan rumah tangga yang sebagian besar dihandle perempuan, mulai dari bangun tidur , sholat, membuat sarapan, memandikan anak, menyiapkan printilan anak sekolah,menyapu, mengepel, cuci piring, masak, mencuci pakaian, menyetrika, belanja, mengajarin anak, antar jemput anak sekolah dan les, bla-bla. Belum ditambah pekerjaan ekstra semisal mendadak anak menumpahkan makanan, atau anak sakit, rewel tak mau turun dari gendongan sepanjang hari, suami mau gantiin gendong, anaknya yang tidak mau.
Bersyukur jika punya suami yang mau berbagi pekerjaan rumah tangga (alhamdulilah keluarga kami begitu, suami tak sungkan dan tak keberatan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga). Banyak juga yang tak seberuntung saya, pekerjaan rumah tangga mutlak adalah pekerjaan perempuan, meskipun keduanya juga sama sama bekerja mencari nafkah. Tuh betapa produktif itu adalah suatu keharusan bagi kita perempuan.
Meskipun 24 jam dirumah saja, saya tidak merasa menjadi perempuan yang tak berguna, malahan saya sangat bersyukur pekerjaan yang menghasilkan uang bisa dari rumah. Saya punya lebih banyak waktu bersama anak. Bisa melampiaskan hobi baking dan cooking, bisa nyobain macam-macam resep makanan baru.
Belum lagi era digital seperti ini, lebih leluasa saya menggali potensi diri dalam banyak hal, menulis salah satunya, meskipun saya hanya menulis pengalaman saya, baik yang terjadi pada saya atau pada orang lain. Tidakpun menghasilkan uang, tapi ketika itu mendapat apresiasi dari beberapa teman, sudah sangat membuat bahagia. Banyak di rumah membuat kita bisa ikut kegiatan ini itu yang bermanfaat, gabung dengan berbagai komunitas yang bisa mengupgrade kita sebagai perempuan.
Gabung dengan komunitas masak, bikin kita tambah pinter masak, anak senang suamipun sayang, ehem. Gabung dengan komunitas menulis, jadi tambah semangat untuk nulis, kadang kadang tidak ada ide, liat teman nulis ini itu, jadi kepikiran dan ide-ide cemerlang mendadak bermunculan dikepala. Gabung dengan komunitas agama bikin pengetahuan agama kita tambah baik
Jadi kalau ditanyakan apakah sebagai perempuan harus produktif, jawabannya iyees banget, ladang produktifitas kita bisa dimana saja dan kapan saja. Buat semua perempuan, mau single ato double, mau pekerja formal atau non formal mari kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya, sebanyak-banyaknya bisa bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, karena kelak kita akan diminta mempertanggungjawabkan hidup kita didunia ini oleh Alloh SWT.
Selasa, 25 Juli 2017
Anak dan Gadget
Akhir-akhir ini saya sering galau, bukan galau ala anak abg yang ditinggal pacar, sehingga jadi jomblo. Tapi mungkin rasa galaunya mirip-mirip itulah, bikin ngomel-ngomel dan kuatir berkepanjangan.
Dulu, saya tidak pakai smartphone, pake hape jadul yang tidak bisa buat internetan, pake smartphone ini juga karena banyak teman yang sering tanya, pake bbm gak, ada wa ga, halah, bbm kayak opo, trus wa gimana wes mboh, ra weruh.
Setelah sering ditanya (hai kalian para admin grup, sungguh membuatku tak berdaya dan keranjingan ngchat), trus juga kok perlu juga update ini itu, ehya selama ini internetan asyik saja pake laptop, layar gede, ngetikpun mudah. Sejak si kecil lahir, kok internetan jadi susah, sementara kebutuhan internet semakin meningkat, entah yang belanja, googling berita, masakan, fashion, endebrey endebrey. Jadilah pak suami bilang, ibu harus pake smartphone (selama ini saya yang gak mau dibelikan, alasannya eman-eman duit, wong bisa pake laptop), tapi sebelum beli sempet diskusi alot dan wanti-wanti, JANGAN YANG MAHAL-MAHAL.
Ternyata, pake smartphone itu memang asyik, bisa internetan kapan saja, tidak seperti waktu pakai laptop, mana bisa ngelonin anak sambil main laptop kan. Pake smartphone bisa kapan saja, lagi ulek bumbu cekrek, anak rendeman cekrek, goreng ikan cekrek, anak manjat cekrek. Saat asyik masak juga bisa sambil ngechat digrup, tang tung tang tung, wes pokoke asyik pol. Dulu saya kudu ambil gambar pake kamera, trus mau posting beribet mindahin ke laptop, yaelah jadul.
Nah sekarang saya justru dibikin galau oleh smartphone ini, anak saya jadi bentar-bentar pinjam hape, haduh gimana cobak. Alesannya mau liat foto-foto waktu kecil lah, trus kalo dibiarkan buka youtube, nonton kartun. Sudah sih di downloadkan permainan yang edukatif, seperti marbel, english for kids, belajar mewarnai, bacaan Al-Quran, tapi tetep saja pada akhirnya buka youtube dan nonton kartun.
Saya sih masih membolehkan anak pake hape saya, tapi kok lama-lama, makin kesini, semakin sering saja denger kata-kata "bu pinjam hape". Saya jadi terganggu dan ketakutan juga, kuatir anak jadi kecanduan main hape (ini smartphone belum nyampe setahun). Dari yang saya baca ada beberapa dampak buruk gadget pada anak menurut jurnalweb.com diantaranya :
1. Susah tidur
2. Kurang gerak
3. Gangguan pada mata
4. Nyeri atau Sakit
5. Konsentrasi jaddi pendek
6. Kemampuan bersosialisasi kurang
7. Rasa cemas berlebihan
8. Gangguan mental
9. Prilaku agresif
10. Jadi pelupa
11. Jadi kecanduan
12. Terkena radiasi
13 Tidak berkelanjutan
Hiiiy, ngeri sekali, saya sendiri pernah mendengar langsung dari beberapa sahabat, ada anak teman saya itu, kuliah di universitas beken di Bandung sana, kecanduan game online, si ibu sampai ngekost disebelah kamar sang anak selama lebih dari setahun demi bisa mengontrol keberadaan anak lelaki, sudah dibawa keahli jiwa tapi berakhir pada kulihnya yang tidak selesai. Adalagi yang cerita, anak balitanya, main hape hingga jam 1 malam tiap hari dan masih banyak lagi saya melihat para orang tua yang tak mampu menolak keinginan anak untuk punya hape. Ada juga yang tampak tidak kuatir bercerita, bahwa setiap hari anaknya menghabiskan kuota internet sekian-sekian.
Beberapa cara sudah saya lakukan untuk mengalihkan anak dari hape diantaranya adalah :
Dulu, saya tidak pakai smartphone, pake hape jadul yang tidak bisa buat internetan, pake smartphone ini juga karena banyak teman yang sering tanya, pake bbm gak, ada wa ga, halah, bbm kayak opo, trus wa gimana wes mboh, ra weruh.
Setelah sering ditanya (hai kalian para admin grup, sungguh membuatku tak berdaya dan keranjingan ngchat), trus juga kok perlu juga update ini itu, ehya selama ini internetan asyik saja pake laptop, layar gede, ngetikpun mudah. Sejak si kecil lahir, kok internetan jadi susah, sementara kebutuhan internet semakin meningkat, entah yang belanja, googling berita, masakan, fashion, endebrey endebrey. Jadilah pak suami bilang, ibu harus pake smartphone (selama ini saya yang gak mau dibelikan, alasannya eman-eman duit, wong bisa pake laptop), tapi sebelum beli sempet diskusi alot dan wanti-wanti, JANGAN YANG MAHAL-MAHAL.
Ternyata, pake smartphone itu memang asyik, bisa internetan kapan saja, tidak seperti waktu pakai laptop, mana bisa ngelonin anak sambil main laptop kan. Pake smartphone bisa kapan saja, lagi ulek bumbu cekrek, anak rendeman cekrek, goreng ikan cekrek, anak manjat cekrek. Saat asyik masak juga bisa sambil ngechat digrup, tang tung tang tung, wes pokoke asyik pol. Dulu saya kudu ambil gambar pake kamera, trus mau posting beribet mindahin ke laptop, yaelah jadul.
Nah sekarang saya justru dibikin galau oleh smartphone ini, anak saya jadi bentar-bentar pinjam hape, haduh gimana cobak. Alesannya mau liat foto-foto waktu kecil lah, trus kalo dibiarkan buka youtube, nonton kartun. Sudah sih di downloadkan permainan yang edukatif, seperti marbel, english for kids, belajar mewarnai, bacaan Al-Quran, tapi tetep saja pada akhirnya buka youtube dan nonton kartun.
Saya sih masih membolehkan anak pake hape saya, tapi kok lama-lama, makin kesini, semakin sering saja denger kata-kata "bu pinjam hape". Saya jadi terganggu dan ketakutan juga, kuatir anak jadi kecanduan main hape (ini smartphone belum nyampe setahun). Dari yang saya baca ada beberapa dampak buruk gadget pada anak menurut jurnalweb.com diantaranya :
1. Susah tidur
2. Kurang gerak
3. Gangguan pada mata
4. Nyeri atau Sakit
5. Konsentrasi jaddi pendek
6. Kemampuan bersosialisasi kurang
7. Rasa cemas berlebihan
8. Gangguan mental
9. Prilaku agresif
10. Jadi pelupa
11. Jadi kecanduan
12. Terkena radiasi
13 Tidak berkelanjutan
Hiiiy, ngeri sekali, saya sendiri pernah mendengar langsung dari beberapa sahabat, ada anak teman saya itu, kuliah di universitas beken di Bandung sana, kecanduan game online, si ibu sampai ngekost disebelah kamar sang anak selama lebih dari setahun demi bisa mengontrol keberadaan anak lelaki, sudah dibawa keahli jiwa tapi berakhir pada kulihnya yang tidak selesai. Adalagi yang cerita, anak balitanya, main hape hingga jam 1 malam tiap hari dan masih banyak lagi saya melihat para orang tua yang tak mampu menolak keinginan anak untuk punya hape. Ada juga yang tampak tidak kuatir bercerita, bahwa setiap hari anaknya menghabiskan kuota internet sekian-sekian.
Beberapa cara sudah saya lakukan untuk mengalihkan anak dari hape diantaranya adalah :
- Anak boleh bermain air, tanah, main hujan, masakan atau apa saja bersama temannya dalam pengawasan kami, kami mengizinkan anak bermain kotor, biar saja dibilang jadul dan kampungan.
- Tidur siang sekitar dua jam, biasanya dari jam 3 sampai jam 5 sore.
- Mulai habis magrib sampai jam 9, saya berkomitmen dengan suami untuk belajar dan bermain bersama anak tanpa pegang hape, mulai dari makan, belajar, trus main-main, jadi jam 9 sudah capek, matikan lampu dan tidur.
Berkali-kali saya juga menjelaskan pada mereka, bahwa boleh pinjam hape tapi cuma sebentar, bahwa hape bukan mainan anak-anak, bahwa boleh punya hape setelah umur 15 tahun (bener gak sih). sungguh butuh komitmen kita juga, agar saat dengan anak tidak main/pakai hape dan you know, itu sulit banget, iyaaa kan?.
Untuk menghidarkan 100 persen dari hape, rasanya saya tidak bisa, solusinya ya seperti itu, mereka boleh pakai dan saya batasi pemakainnya.
Curhatan saya yang nyesel banget kalo sudah minjamkan hape sama anak. Monggo berbagi kalo mungkin punya masalah yang sama, punya tips mengatasinya, punya pengalaman anaknya suka main hape, yang pernah nulisin, monggo share link dikolom komentar, biar saya BW.
Jumat, 21 Juli 2017
Jangan Merampok Dihari Lebaran
Lebaran sudah usai, uang THR sudah menguap tak bersisa, tapi lebaran masih menyisakan cerita-cerita menarik yang layak untuk dikenang dan dijadikan pelajaran.
Adalah seorang teman bercerita usai lebaran pada saya, keluarganya bukanlah orang kaya, ibunya adalah tulang punggung keluarga karena ayahnya sakit-sakitan dan tak mampu bekerja, si ibu berjualan kue-kue serta beberapa hasil kebun disekitar rumah.
Teman saya itu bekerja dan sebagian penghasilnnya juga untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tak cukuplah kebutuhan ini itu hanya dari jualan makanan dan hasil kebun yang tak seberapa. Soal memberi pada orang tua, jujur saya sendiri banyak belajar dari teman saya ini.
Jadi kata teman saya kemarin dan masih terngiang-ngiang ditelinga saya sampai saat ini adalah seperti ini :
"Mbak tau nggak, kemarin kami di rampok"
"dirampok piye"
"Biasalah mbak, saudara yang biasanya tu lebaran kemarin datang kerumah, bawa karung sendiri, trus apa-apa yang ada dipohon diambilin dibawa pulang, mamakku sampe mlongo, nggak bisa ngomong apa-apa, padahal itu sudah diarep-arep buat dijual dan dibagi-bagi kakak adik, eh anak sendiri malah dak uman".
Edyaaan, speechless mau ngomong apa, teman saya memang sering nyeritain tentang saudaranya ini yang kalau kerumahnya, tanpa disuru-suru langsung petik-petik apa yang ada di kebon serasa dia aja yang nanem.
Saya jadi teringat hal yang sama saat lebaran kemarin ini juga, saat itu kami kami bersilahturahmi di rumah salah satu saudara. Dihalaman rumahnya ada pohon sesuatu tidak begitu besar dengan buah tak seberapa. Satu orang tengah memanjat dan beberapa lainnya mengumpulkan dibawah dalam dua buah kardus besar, ternyata mereka tamu juga seperti kami. Sulit memaknai yang empunya rumah iklas atau tidak, tapi dari cerita teman saya tadi, saya jadi kepikiran dan berusaha mengingat-ingat ekspresi mereka saat bercerita pada kami, bisa jadi si empunya rumah keberatan, bisa juga tidak, ntahlah.
Misal kita berkunjung kerumah saudara, saat mudik ke kampung, saudara punya taneman ini itu, pohon anu-inu nya berbuah dan bikin ngiler. Mungkin kita perlu juga menimbang-nimbang saat ditawarin ini itu, jangan mentang-mentang ditawarin trus angkut sak karepe, mau bagi-bagi pulak nanti dengan orang se-rt. Menolak pemberian saudara juga tidak baik, nanti di kira sombong, biasanya saudara kita juga seneng banget kalo kita menerima pemberiannya.
Saat kita bertandang kerumah saudara, sudah kebiasaan yang namanya dikampung, apapun yang mereka punya ingin diberikan sama kita, apalagi kadang memang ketemunya juga cuma setaun sekali. Tapi kita sendirilah yang harusnya peka dengan keadaan orang lain.
Semisal gak ditawarin yo mbok dak usah minta, apalagi sampe nedak-nedak kebon tanpa pamit dengan yang empunya. Andaipun diberi, kita juga bisa menolak secara halus seandainya kita lihat keadaanya memang tidak berlebih, biarlah dijual. Cukuplah kita mencicip saja, tidak perlu pulak sampai membawa-bawa.
Trus gimana kalo saudara kita maksain ngasi ini itu, kadang malah langsung dicantelin ato dimasukan ke mobil, ya ambil saja kalo begitu, kalau ditolak mereka justru kecewa. Biar enak hati bisa kasi salam tempel sama anak atau cucunya, jare wong jowo nyangoni.
Curhatan teman ini jujur saja jadi pelajaran berharga bagi saya sendiri, bagaimana denganmu, pernah melihat hal seperti ini?.
Adalah seorang teman bercerita usai lebaran pada saya, keluarganya bukanlah orang kaya, ibunya adalah tulang punggung keluarga karena ayahnya sakit-sakitan dan tak mampu bekerja, si ibu berjualan kue-kue serta beberapa hasil kebun disekitar rumah.
Teman saya itu bekerja dan sebagian penghasilnnya juga untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tak cukuplah kebutuhan ini itu hanya dari jualan makanan dan hasil kebun yang tak seberapa. Soal memberi pada orang tua, jujur saya sendiri banyak belajar dari teman saya ini.
Jadi kata teman saya kemarin dan masih terngiang-ngiang ditelinga saya sampai saat ini adalah seperti ini :
"Mbak tau nggak, kemarin kami di rampok"
"dirampok piye"
"Biasalah mbak, saudara yang biasanya tu lebaran kemarin datang kerumah, bawa karung sendiri, trus apa-apa yang ada dipohon diambilin dibawa pulang, mamakku sampe mlongo, nggak bisa ngomong apa-apa, padahal itu sudah diarep-arep buat dijual dan dibagi-bagi kakak adik, eh anak sendiri malah dak uman".
Edyaaan, speechless mau ngomong apa, teman saya memang sering nyeritain tentang saudaranya ini yang kalau kerumahnya, tanpa disuru-suru langsung petik-petik apa yang ada di kebon serasa dia aja yang nanem.
Saya jadi teringat hal yang sama saat lebaran kemarin ini juga, saat itu kami kami bersilahturahmi di rumah salah satu saudara. Dihalaman rumahnya ada pohon sesuatu tidak begitu besar dengan buah tak seberapa. Satu orang tengah memanjat dan beberapa lainnya mengumpulkan dibawah dalam dua buah kardus besar, ternyata mereka tamu juga seperti kami. Sulit memaknai yang empunya rumah iklas atau tidak, tapi dari cerita teman saya tadi, saya jadi kepikiran dan berusaha mengingat-ingat ekspresi mereka saat bercerita pada kami, bisa jadi si empunya rumah keberatan, bisa juga tidak, ntahlah.
Misal kita berkunjung kerumah saudara, saat mudik ke kampung, saudara punya taneman ini itu, pohon anu-inu nya berbuah dan bikin ngiler. Mungkin kita perlu juga menimbang-nimbang saat ditawarin ini itu, jangan mentang-mentang ditawarin trus angkut sak karepe, mau bagi-bagi pulak nanti dengan orang se-rt. Menolak pemberian saudara juga tidak baik, nanti di kira sombong, biasanya saudara kita juga seneng banget kalo kita menerima pemberiannya.
Saat kita bertandang kerumah saudara, sudah kebiasaan yang namanya dikampung, apapun yang mereka punya ingin diberikan sama kita, apalagi kadang memang ketemunya juga cuma setaun sekali. Tapi kita sendirilah yang harusnya peka dengan keadaan orang lain.
Semisal gak ditawarin yo mbok dak usah minta, apalagi sampe nedak-nedak kebon tanpa pamit dengan yang empunya. Andaipun diberi, kita juga bisa menolak secara halus seandainya kita lihat keadaanya memang tidak berlebih, biarlah dijual. Cukuplah kita mencicip saja, tidak perlu pulak sampai membawa-bawa.
Trus gimana kalo saudara kita maksain ngasi ini itu, kadang malah langsung dicantelin ato dimasukan ke mobil, ya ambil saja kalo begitu, kalau ditolak mereka justru kecewa. Biar enak hati bisa kasi salam tempel sama anak atau cucunya, jare wong jowo nyangoni.
Curhatan teman ini jujur saja jadi pelajaran berharga bagi saya sendiri, bagaimana denganmu, pernah melihat hal seperti ini?.
Senin, 17 Juli 2017
Hari Pertama Masuk Sekolah Dasar
Hari ini hari pertama si mbak masuk SD, untungnya masih satu yayasan dengan TK-nya, jadi saya dah tidak begitu kuatir bagaimana nanti si mbak disekolah. Jam 5.30 mulai bersiap-siap, dari mulai bikin sarapan sampai rebus air untuk mandi para bocah. Semua lancar jaya sesuai rencana, mandiin, pakein baju, nyuapin dan bikin susu, saya gak sempet sarapan cuma ngabisin sisa sarapan anak-anak, #catet.
Kebetulan pula pak bojo gak bisa ikut ngantar, soale dia ada tugas yang tidak bisa dialihkan pada teman yang lain. Padahal hari pertama masuk sekolah adalah hari paling menyenangkan buat para orang tua yang bekerja, antar anak adalah alesan paling ampuh untuk libur lagi, iya kan?. Jadilah saya harus mengantar sendiri, haduh sudah kebayang repotnya nanti disekolah.
Jam 7 teng sudah selesai, anak-anak sudah rapi semua, sayapun sudah oke, tak lupa lah dandan dikit, pake bedak, lipstik n pensil alis di urek urek, biar kelihatan lebih ok oc. Penampilan kudu beda loh ya, maklum biasanya kompetisi para mamak dihari pertama masuk sekolah sungguh aduhai. Meskipun ada pepatah, dont judge the children from their parent performance, jangan menilai anak dihari pertama sekolah dengan penampilan si mboknya, percayalah, sungguh itu tidak akan berbanding lurus, hihihi. Penampilan orang tua yang sudah paripurna tidak akan menjamin anak fine-fine saja dihari pertama, tetap ada yang nangis, ngambek, nempel terus sama ortunya dan sebagainya.
Buat saya sih dengan berpenampilan baik, menambah rasa percaya diri, nanti tidak akan merasa minder liat ibu-ibu lain ada yang make upnya kinclong, ada yang bletak bletok pake sapatu jinjit, ada yang pake baju syar'i melambai-lambai, sementara kita kok kumuh, hahaha. Jangan donk ah, mari membangun citra positif dihari pertama anak masuk sekolah, halah, ingat loh kesan pertama begitu menggoda.
Buat saya sih dengan berpenampilan baik, menambah rasa percaya diri, nanti tidak akan merasa minder liat ibu-ibu lain ada yang make upnya kinclong, ada yang bletak bletok pake sapatu jinjit, ada yang pake baju syar'i melambai-lambai, sementara kita kok kumuh, hahaha. Jangan donk ah, mari membangun citra positif dihari pertama anak masuk sekolah, halah, ingat loh kesan pertama begitu menggoda.
Sudah siap semua mau brangkat, lah kok yang nunggu warung belum datang, jadilah tata dititip sama tetangga sebelah yang sekolah di sd itu juga, daripada terlambat. Saya baru bisa nyusul jam 7.30, halaman sekolah sudah ramai pol, parkiran penuh, anak-anak sedang upacara, orang tua murid berkerumun disebelah barisan anak-anak, tampaknya ini rombobgan orang tua murid kelas satu atau orang tua murid pindahan.
Ternyata tata sudah dapat tempat duduk, entahlah siapa yang memberi taunya, temen semejanya adalah temannya dari tk. Habis upacara lanjut solat dhuha, tata ambil wudhu sampai roknya basah, saya sudah tidak begitu memperhatikan, asyik ngikutin todi yang mulai rewel sembari ngobrol sana sini dengan para ibu yang sebagian juga dah kenal dari tk. Gak kuat lagi liat todi yang makin rewel karna sudah ngantuk, saya pulang sebentar, abis nidurin todi balik lagi kesekolah, untung saja jarak sekolah hanya selemparan batu dari rumah.
Tampaknya semua baik-baik saja, tata dikelas 1c, kelas satu ada 3 kelas, dia juga terlihat tidak membutuhkan ibunya, sehingga lebih leluasa pulak saya ngobrol. Ohya, masalah tempat duduk juga tidak terjadi kapling mengkapling, waktu mendaftar, ketika saya tanyakan, meteka menjelaskan bahwa tempat duduk selalu ditukar per periode tertenti, jadi gak perlulah sibuk nyariin tempat duduk buat anak, sudah serahkan saja sama mereka, dari pada nanti suruh bikin sekolah sendiri, hwaa. Karena hari ini masih pulang jam 10.00, saya tunggu sajalah sampai pulang, sementara toriq malah asyik main di tk, dengan anak tetangga yang baru masuk tk.
Pulang dari sekolah rasanya luar biasa capek, cuma gitu aja kok badan dah kayak digebukin, lapar melanda, langsung buka magic com. Makan dah kayak orang gak ketemu nasi seharian, nasi dinginpun nikmat tiada tara.
Saking capeknya, sampe tidak sadar kalo pas masak lupa nyeklekin ke cook, jadilah pak bojo pulang nasi belum masak, pas dia buka magic com, ketemunya rendeman beras, hahaha. Alhamdullilah suami pengertian, tau istrinya kecapean sampai lupa-lupa jadi gak pake marah, untungnya pulak nasi dingin tadi tidak saya abisin, jadilah untuk ganjel perut menjelang nasinya masak. Hari pertama memang punya cerita unik, bagaimana kisah mu?.
Jumat, 14 Juli 2017
Bumbu Dasar
Masak adalah salah satu kegiatan rutin yang sepertinya tidak bisa dipisahkan dari saya sebagai ibu rumah tangga. Sejujurnya, bagi saya memasak itu sesuatu yang sungguh menyenangkan. Kebetulan pula suami tipe yang sangat suka masakan rumah, kami termasuk yang jarang makan diluar atau beli, kecuali kepepet gak sempat masak. Kalo saya sih seneng masak alasannya cuma satu, tiada lain tiada bukan masak sendiri itu super duper hemat dibanding beli (tim hemat cermat dan bersahaja, tim irit medit, hahah).
Memasak itu yang paling ribet itu adalah nyiapin segala printilan sebelum aneka makanan mentah itu bisa plung kewajan, sreeeng. Misal mau tumis kangkung, artinya bawang merah putih, cuci lalu iris, trus siangin kangkung atau bikin ikan terong balado (halah, ngomong ae sambel), kupas bawang merah putih, pitilin cabe, blender.
Nah proses persiapan ini sungguh memakan waktu, masak jadi lama kalau semua printilan disiapkan saat itu juga. Apalagi saya yang masak sambil mengasuh 3 anak. Belum lagi mulai senin besok si mbak masuk sekolah, yang mana sekolahnya membawa bekal karena pulang jam 14.00. Artinya saya harus bisa masak lebih cepat dari sebelumnya.
Sudah lama sebenarnya pernah baca ntah diblognya siapa tentang bumbu dasar, tapi kok nguap begitu saja, gak kepikiran nyobain bikin biar masak makin praktis. Setelah sering kalang kabut gini, apalagi terkadang anak saya suka mendadak minta bikin mie goreng lah, nasi goreng lah, telur gorenglah yang bisa dibayangkan kalo minta mendadak gitu, kadang sayanya juga lagi ada gawean, harus pulak ngupas bawang dulu, lamaaa. Akhirnya kemarin teringat bumbu dassar itu, yo wes googling resepnya Rudi Choirudin saja yang resepnya juga sering wara-wiri ditipi.
Ini ya resep bum
bu dasar pak Rudi Choirudin, kali aja ada yang mau buat
Bumbu Dasar Merah
400 gram Cabe merah
100 gram bawang merah
50 gram bawang putih
100 gram tomat (me : tidak pakai)
20 gram terasi (me : tidak pakai)
100 gram gula pasir
15 gram garam
100 ml minyak untuk blender
100 ml minyak utuk menumis
Bumbu Dasar Putih
250 gram bawang putih
100 gram bawang putih
50 gram kemiri
3 cm lengkuas
2 sdt garam
2 sdt gula pasir
100 ml minyak untuk memblender
100 ml minyak untuk menumis
Bumbu Dasar Kuning
100 gram kemiri
150 gram bawang putih
500 gram bawang putih
25 gram kunyit
20 gram jahe
20 gram lengkuas
1 sdm lada
2,5 sdt garam
2 sdt gula pasir
150 ml minyak untuk memblender
50 ml minyak untuk menumis
Bumbu Dasar Orange
300 gram cabe merah
1 sdt jinten
1 sdt adas manis
2,5 sdm ketumbar
150 gram bawang putih
500 gram bawang merah
25 gram kunyit
20 gram jahe
20 gram lengkuas
2 sdt lada bubuk
3,5 gram garam
2 sdt gula pasir
150 gram minyak goereng untuk memblender
50 gram minyak untuk menumis.
Cara membuat bumbu dasar
Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang.
Masukan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan
Masukan dalam toples, tutup rapat, siap digunakan
Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas dan tahan kurang lebih 3 bulan, jika ingin memasak ambil secukupnya dan masukan bumbu masakan lain seperti daun salam, daun pandan atau daun jeruk.
Manfaat bumbu dasar
Memasak itu yang paling ribet itu adalah nyiapin segala printilan sebelum aneka makanan mentah itu bisa plung kewajan, sreeeng. Misal mau tumis kangkung, artinya bawang merah putih, cuci lalu iris, trus siangin kangkung atau bikin ikan terong balado (halah, ngomong ae sambel), kupas bawang merah putih, pitilin cabe, blender.
Nah proses persiapan ini sungguh memakan waktu, masak jadi lama kalau semua printilan disiapkan saat itu juga. Apalagi saya yang masak sambil mengasuh 3 anak. Belum lagi mulai senin besok si mbak masuk sekolah, yang mana sekolahnya membawa bekal karena pulang jam 14.00. Artinya saya harus bisa masak lebih cepat dari sebelumnya.
Sudah lama sebenarnya pernah baca ntah diblognya siapa tentang bumbu dasar, tapi kok nguap begitu saja, gak kepikiran nyobain bikin biar masak makin praktis. Setelah sering kalang kabut gini, apalagi terkadang anak saya suka mendadak minta bikin mie goreng lah, nasi goreng lah, telur gorenglah yang bisa dibayangkan kalo minta mendadak gitu, kadang sayanya juga lagi ada gawean, harus pulak ngupas bawang dulu, lamaaa. Akhirnya kemarin teringat bumbu dassar itu, yo wes googling resepnya Rudi Choirudin saja yang resepnya juga sering wara-wiri ditipi.
Ini ya resep bum
bu dasar pak Rudi Choirudin, kali aja ada yang mau buat
Bumbu Dasar Merah
400 gram Cabe merah
100 gram bawang merah
50 gram bawang putih
100 gram tomat (me : tidak pakai)
20 gram terasi (me : tidak pakai)
100 gram gula pasir
15 gram garam
100 ml minyak untuk blender
100 ml minyak utuk menumis
Bumbu Dasar Putih
250 gram bawang putih
100 gram bawang putih
50 gram kemiri
3 cm lengkuas
2 sdt garam
2 sdt gula pasir
100 ml minyak untuk memblender
100 ml minyak untuk menumis
Bumbu Dasar Kuning
100 gram kemiri
150 gram bawang putih
500 gram bawang putih
25 gram kunyit
20 gram jahe
20 gram lengkuas
1 sdm lada
2,5 sdt garam
2 sdt gula pasir
150 ml minyak untuk memblender
50 ml minyak untuk menumis
Bumbu Dasar Orange
300 gram cabe merah
1 sdt jinten
1 sdt adas manis
2,5 sdm ketumbar
150 gram bawang putih
500 gram bawang merah
25 gram kunyit
20 gram jahe
20 gram lengkuas
2 sdt lada bubuk
3,5 gram garam
2 sdt gula pasir
150 gram minyak goereng untuk memblender
50 gram minyak untuk menumis.
Cara membuat bumbu dasar
Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang.
Masukan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan
Masukan dalam toples, tutup rapat, siap digunakan
Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas dan tahan kurang lebih 3 bulan, jika ingin memasak ambil secukupnya dan masukan bumbu masakan lain seperti daun salam, daun pandan atau daun jeruk.
Manfaat bumbu dasar
- Bumbu dasar merah cocok untuk sambal, nasi goreng
- Bumbu dasar putih cocok untuk makanan berwarna putih, misalnya tumis, rawon, mie goreng, nasi goreng, lodeh, nasi goreng, dll
- Bumbu dasar kuning cocok untuk gulai kuning, ayam ungkep, ikan goreng, pesmol, acar dll.
- Bumbu dasar orange cocok untuk kare, gulai, rendang dan macam-macam masakan yang berwarna orange.
Saya hanya membuat 3 macam bumbu dasar, yaitu bumbu dasar merah, kuning dan putih, bumbu dasar orange sengaja belum dibuat karena jenis makanan yang menggunakan bumbu dasar orange jarang saya buat. Persiapan dari mengupas hingga selesai menumis 3 macam bumbu dasar ini sekitar 4 jam (saya sambil masak, sambil ngASI si kecil, ngupas bawang sebagian dibantu Mr. Bojo). Bahan ditimbang setelah terlebih dahulu kupas, kemudian dicuci, dipotong-potong, diblender langsung tumis.
Nah, mulai kemarin sudah memanfaatkan bumbu dasar untuk memasak, bikin sambal ayam kentang, tinggal goreng ayam n kentang, tumis sawi tinggal cuci sawi, potong-potong, osreng. Masak jadi lebih mudah dan sangat cepat, waktu yang tersisa bisa saya pakai buat cuci perkakas masak yang kotor. Bye-bye kupas kupas bawang saat akan memasak, ohya saat anak minta nasi goreng, saya langsung bisa buat dengan cepat. Ahaaa, masak menjadi sangat menyenangkan.
Soal rasa gimana?, menurut saya sih sama saja, ntah juga kalo lidah saya kurang sensitif membedakan mana masakan yang dimasak pake bumbu yang baru diracik dengan bumbu yang sudah siap begini. Bagi saya ini sangat memudahkan, itu saja. lagian apa bedanya dengan beli aneka bumbu instan itu. Malah bumbu yang kita buat sendiri ini menurut saya lebih aman, enak dan murah pastinya.
Oh ya yang bumbu kuning, sebagian ada bahan halus yang saya beli digilingan bumbu, malah ada sedikit yang agak masam. Oke buat yang akan datang, semua bahan akan saya haluskan sendiri.
![]() |
| ini dia 3 macam bumbu dasarnya |
![]() |
| bumbu dasar merah |
![]() |
| bumbu dasar kuning |
![]() |
| bumbu dasar putih |
Rabu, 05 Juli 2017
Pemeriksaan IVA
So, kemarin ikut tes IVA di puskesmas secara gratis, awalnya salah satu bidan yang kebetulan deket rumah japri seperti ini
B : mbak, besok ada pemeriksaan iva, datang ya mbak, ajaklah teman, bawa ktp n bpjs
S : iva apo tuh
B : deteksi dini kangker servik
S : insha Alloh
Karena sebelumnya juga dah pernah komen distatusnya si mbak soal pentingnya deteksi dini kangker servik, kalo ada pemeriksaan semacam itu minta dikabarin. Waktu itu lagi heboh pemberitaan meninggalnya mbak jupe yang juga terkena kangker servik. Of course saya takut juga, banyak banget yang share tentang bahayanya kangker servik. Sebenarnya kemarin ini agak males-males juga pergi, biasalah ya, kalo ada kasus, berapi-api pingin tes, begitu kasus reda, males juga mau ikut tes tes begituan, hahaha.
Tapi demi sudah janji dan rasa penasaran, juga ingin selalu sehat pastinya, pergi jugalah, terserah deh nanti diapain. Sampe di puskesmas langsung cari temen saya itu, trus di data, nunggu antrian.
Gak berapa lama dipanggil, trus dilakukan tes lah, tidak lama ternyata, sekitar 5 menit juga dah kelar. Agak pedih sedikit sih, trus mbak bidaknya bilang, hasilnya bagus, alias bersih. Wes, lega banget.
Sampe di rumah penasaran apa sih iva itu, bis selama ini taunya ya deteksi kangker servik dengan cara pap smear. Nah menurut yang saya baca di ummi-online.com, angka kematian karena kangker servik ini masih tinggi. Di dunia, tiap 2 menit, perempuan meninggalkarena kangkerservik, di Indonesia kurang lebih 8000 kematian pertahun. Menurut para ahli kangker, kangker servik adalah salah satu jenis kangker yang paling dapat dicegah dan dapat disembuhkan dari semua kasus kangker.
Kangker servik dapat dikenalipada tahap pra kangker, yaitu dengan melakukan imunisasi kangker servik maupun dengan pemeriksaan skrining, artinya melakukan pemeriksaan sebelum ada keluhan. Beberapa metode skrining yang di kenal yaitu pap smear dan IVA (inpeksi visual dengan asam asetat)
Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan servik dengan melihat langsung servik setelah memulas servik dengan larutan asam asetat 3 - 5 %, bila setelah pulasan ada bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kangker.
Wanita yang dianjurkan mengikuti tes IVA yaitu usia 30 -50 tahun. Syarat mengikuti tse IVA antara lain : sudah menikah, tidak sedang datang bulan/haid, tidak sedang hamil, dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.
Kelebihan pemeriksaan IVA :
1. Mudah, raktis dan sederhana
2. Butuh bahan dan alat yang sederhanadan murah
3. Sensitifitaas dan spesifikasinya cukup tinggi
4. Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekolog saja, akan tetapi dapat dilakukan oleh bidan disetiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih
5. Alat yang dibutuhkan dan tehnik pemeriksaan sederhana
6. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana
Hasil pemeriksaan lebih cepat dan singkat, karena langsung bisa dilihat pada perubahan warna serviknya. Berbeda dengan pap smear yang membutuhkan waktu 7 - 10 hari untuk melihat hasilnya.
Nah begitulah ternyata mengenai pemeriksaan IVA yang saya ikuti kemarin. Saya jadi bersyukur banget sudah ikut tes IVA dan merasa lega dengan hasilnya. Terkadang rasa takut dan malas dengan pemeriksaan ini itu yang membuat penyakit yang sebenarnya masih bisa diobati menjadi semakin parah. Ayo ibu-ibu, segera periksa agar lebih yakin dengan kesehatan diri kita sendiri, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi.
B : mbak, besok ada pemeriksaan iva, datang ya mbak, ajaklah teman, bawa ktp n bpjs
S : iva apo tuh
B : deteksi dini kangker servik
S : insha Alloh
Karena sebelumnya juga dah pernah komen distatusnya si mbak soal pentingnya deteksi dini kangker servik, kalo ada pemeriksaan semacam itu minta dikabarin. Waktu itu lagi heboh pemberitaan meninggalnya mbak jupe yang juga terkena kangker servik. Of course saya takut juga, banyak banget yang share tentang bahayanya kangker servik. Sebenarnya kemarin ini agak males-males juga pergi, biasalah ya, kalo ada kasus, berapi-api pingin tes, begitu kasus reda, males juga mau ikut tes tes begituan, hahaha.
Tapi demi sudah janji dan rasa penasaran, juga ingin selalu sehat pastinya, pergi jugalah, terserah deh nanti diapain. Sampe di puskesmas langsung cari temen saya itu, trus di data, nunggu antrian.
Gak berapa lama dipanggil, trus dilakukan tes lah, tidak lama ternyata, sekitar 5 menit juga dah kelar. Agak pedih sedikit sih, trus mbak bidaknya bilang, hasilnya bagus, alias bersih. Wes, lega banget.
Sampe di rumah penasaran apa sih iva itu, bis selama ini taunya ya deteksi kangker servik dengan cara pap smear. Nah menurut yang saya baca di ummi-online.com, angka kematian karena kangker servik ini masih tinggi. Di dunia, tiap 2 menit, perempuan meninggalkarena kangkerservik, di Indonesia kurang lebih 8000 kematian pertahun. Menurut para ahli kangker, kangker servik adalah salah satu jenis kangker yang paling dapat dicegah dan dapat disembuhkan dari semua kasus kangker.
Kangker servik dapat dikenalipada tahap pra kangker, yaitu dengan melakukan imunisasi kangker servik maupun dengan pemeriksaan skrining, artinya melakukan pemeriksaan sebelum ada keluhan. Beberapa metode skrining yang di kenal yaitu pap smear dan IVA (inpeksi visual dengan asam asetat)
Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan servik dengan melihat langsung servik setelah memulas servik dengan larutan asam asetat 3 - 5 %, bila setelah pulasan ada bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kangker.
Wanita yang dianjurkan mengikuti tes IVA yaitu usia 30 -50 tahun. Syarat mengikuti tse IVA antara lain : sudah menikah, tidak sedang datang bulan/haid, tidak sedang hamil, dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.
Kelebihan pemeriksaan IVA :
1. Mudah, raktis dan sederhana
2. Butuh bahan dan alat yang sederhanadan murah
3. Sensitifitaas dan spesifikasinya cukup tinggi
4. Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekolog saja, akan tetapi dapat dilakukan oleh bidan disetiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih
5. Alat yang dibutuhkan dan tehnik pemeriksaan sederhana
6. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana
Hasil pemeriksaan lebih cepat dan singkat, karena langsung bisa dilihat pada perubahan warna serviknya. Berbeda dengan pap smear yang membutuhkan waktu 7 - 10 hari untuk melihat hasilnya.
Nah begitulah ternyata mengenai pemeriksaan IVA yang saya ikuti kemarin. Saya jadi bersyukur banget sudah ikut tes IVA dan merasa lega dengan hasilnya. Terkadang rasa takut dan malas dengan pemeriksaan ini itu yang membuat penyakit yang sebenarnya masih bisa diobati menjadi semakin parah. Ayo ibu-ibu, segera periksa agar lebih yakin dengan kesehatan diri kita sendiri, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi.
![]() |
| nyngir waktu di foto, malu sama ibu bidan |
Senin, 05 Juni 2017
TK. Alwasliyah Tebo
Akhirnya tata tamat juga dari sekolah TK, setelah tanggal 18 Mei lalu perpisahan, kegiatan rutin kesekolah praktis sudah tidak ada lagi. Segala urusan administrasi sekolah TK sudah selesai, ijazah, raport, buku buku hasil belajarnya sudah saya ambil.
Nah, menjelang ajaran baru, siapa tau yang diseputar Tebo ada yang butuh referensi ingin menyekolahkan anaknya ke taman kanak-kanak, baiklah saya ceritakan tentang TK. Alwasliyah dimana tata selama satu tahun sekolah disana.
Rata-rata kita sebagai orang tua pastinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak, begitu juga dengan saya. Pada umumnya beberapa hal dibawah ini menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah yaitu
1. Jarak
Penting mempertimbangkan jarak sekolah dari rumah, kalau terlalu jauh, takutnya anak akan sering terlambat. Belum lagi pada usia TK ini kebanyakan anak-anak masih sulit untuk bangun pagi.
2. Biaya
Biaya sekolah ini biasanya identik dengan fasilitas sekolah yang akan didapat. Saat kita memutuskan memilih sekolah swasta dengan fasilitas yang lengkap, biasaya juga akan berbanding dengan biaya yang akan kita keluarkan. Maka ketika memilih sekolah ini itu, pastikan kita mampu membayar uang muka, uang bulanan, biaya lain-lain yang harus kita keluarkan selama anak kita bersekolah disana. Jangan memilih sekolah biayanya mahal, sementara kita kesulitan membayarnya, hanya demi sebuah gengsi atau apalah.
3.Visi Misi Orang tua
Memilih sekolah yang tepat haruslah sesuai dengan visi misi kita sebagai orang tuanya perihal pendidikan,misalnya saat memilih sekolah berbasis agama, pastikan bahwa anak juga mendapat kualitas pendidikan agama yang sama dirumah. Jangan memilih sekolah agama dengan alasan dirumah tidak ada yang mengajarkan. Ingat loh, pelajaran disekolah hanya sebagian kecil, yang lebih banyak justru belajar dirumah berinteraksi dengan orang tuanya.
4. Fasilitas Sekolah
Ketersediaan fasilitas sekolah yang memadai seperti tempat bermain sangatlah penting, sebab pendidikan pada anak usia dini adalah belajar sambil bermain, ketersediaan mainan edukatif yang
hendaknya akan semakin meningkatkan kreatifitas anak.
5. Kualitas dan Kompetensi Guru
Sekolah memiliki guru yang berkompetensi tidak hanya bergelar sarjana namun guru taman kanak-kanan harus mampu memancing anak agar ia dapat aktif berkreasi, memiliki kesabaran yang tinggi karena mengajar anak TK sungguh-sungguh entahlah.
Kelima hal itu alhamdulilah saya temukan di TK. Alwasliyah, jarak sekolah ini sangat dekat, bahkan tidak sampai 100 m dari kediaman kami, seringkali tata cukup jalan kaki dari rumah, hanya saya awasi dari jalan raya depan rumah sampai dia masuk gerbang sekolah (kebetulan tidak menyebrang).
Biaya sekolah juga cukup terjangkau bagi saya, uang muka saat tata sekolah adalah sekitar Rp. 1,3 juta dengan biaya SPP sebesar Rp. 200.000/bulan, uang bulanan sudah mencakup makan dan 1 buah majalah untuk latihan dirumah.
Fasilitas bermain juga lumayan banyak, meskipun beberapa mulai ada yang rusak, untuk tempat bermain ini tampaknya perlu ditambah agar lebih banyak dan anak tidak rebutan.
Guru-gurunya alhamdulilah cukup kenal dekat, temen pengajian karena masih satu RT, sehingga lebih mudah bagi saya untuk mengetahui pencapaian tata selama sekolah disana, gurunyapun tak segan memberi informasi tentang kenyinyiran tata disekolah pada saya.
Saking dekatnya, sering saya dengar dari rumah saat anak-anak ini menyanyi, membaca hafalan, membaca doa, latihan ceramah dan lainnya.
Trus setelah tata selesai dari TK. Alwasliyah apa saja yang didapat?, diantaranya yang paling saya suka adalah hapalan surat pendek beserta nama suratnya lebih banyak dari saya (tutup muka), saya sih gak hafal nama surat, biasanya cuma awal surat, misal baca kul hu, tabbat, izaja (jan ampun tenan mamake), hafal bacaan solat, hafal doa solat duha, hafal doa-doa pendek misal doa makan, doa mau tidur dll, berani ceramah dan memimpin doa didepan kelas, memiliki banyak teman, membacanya semakin lancar dan banyak lagi hal positif yang saya lihat bertambah sejak tata sekolah.
Setelah tamat dari TK. Alwasliyah kemana tata akan saya sekolahkan, hasil diskusi saya dan suami sepakat, lanjut ke SD Alwasliyah juga karena sistem pembelajarananya sudah sesuai dengan keinginan kami, jaraknya dekat, biayanya cukup terjangkau. Tata pun sudah tidak perlu bersosialisasi dengan sekolah baru, karena lingkungan SD dan TK cukup dekat, bahkan dia sendiri yang sudah tidak sabar mau masuk SD Alwasliyah.
Semoga tata bisa menerima pelajaran dengan baik, ilmunya semakin bertambah. Bisa mengikuti seluruh kegiatan sekolah dengan optimal dibawah bimbingan guru-gurunya yang baru nanti.
Sumber :
sitbinainsani.sch.id
bidanku.com
cendekiaboardingschool.blogspot.com
sumber
sitbinainsani.scn.id
Nah, menjelang ajaran baru, siapa tau yang diseputar Tebo ada yang butuh referensi ingin menyekolahkan anaknya ke taman kanak-kanak, baiklah saya ceritakan tentang TK. Alwasliyah dimana tata selama satu tahun sekolah disana.
Rata-rata kita sebagai orang tua pastinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak, begitu juga dengan saya. Pada umumnya beberapa hal dibawah ini menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah yaitu
1. Jarak
Penting mempertimbangkan jarak sekolah dari rumah, kalau terlalu jauh, takutnya anak akan sering terlambat. Belum lagi pada usia TK ini kebanyakan anak-anak masih sulit untuk bangun pagi.
2. Biaya
Biaya sekolah ini biasanya identik dengan fasilitas sekolah yang akan didapat. Saat kita memutuskan memilih sekolah swasta dengan fasilitas yang lengkap, biasaya juga akan berbanding dengan biaya yang akan kita keluarkan. Maka ketika memilih sekolah ini itu, pastikan kita mampu membayar uang muka, uang bulanan, biaya lain-lain yang harus kita keluarkan selama anak kita bersekolah disana. Jangan memilih sekolah biayanya mahal, sementara kita kesulitan membayarnya, hanya demi sebuah gengsi atau apalah.
3.Visi Misi Orang tua
Memilih sekolah yang tepat haruslah sesuai dengan visi misi kita sebagai orang tuanya perihal pendidikan,misalnya saat memilih sekolah berbasis agama, pastikan bahwa anak juga mendapat kualitas pendidikan agama yang sama dirumah. Jangan memilih sekolah agama dengan alasan dirumah tidak ada yang mengajarkan. Ingat loh, pelajaran disekolah hanya sebagian kecil, yang lebih banyak justru belajar dirumah berinteraksi dengan orang tuanya.
4. Fasilitas Sekolah
Ketersediaan fasilitas sekolah yang memadai seperti tempat bermain sangatlah penting, sebab pendidikan pada anak usia dini adalah belajar sambil bermain, ketersediaan mainan edukatif yang
hendaknya akan semakin meningkatkan kreatifitas anak.
5. Kualitas dan Kompetensi Guru
Sekolah memiliki guru yang berkompetensi tidak hanya bergelar sarjana namun guru taman kanak-kanan harus mampu memancing anak agar ia dapat aktif berkreasi, memiliki kesabaran yang tinggi karena mengajar anak TK sungguh-sungguh entahlah.
Kelima hal itu alhamdulilah saya temukan di TK. Alwasliyah, jarak sekolah ini sangat dekat, bahkan tidak sampai 100 m dari kediaman kami, seringkali tata cukup jalan kaki dari rumah, hanya saya awasi dari jalan raya depan rumah sampai dia masuk gerbang sekolah (kebetulan tidak menyebrang).
Biaya sekolah juga cukup terjangkau bagi saya, uang muka saat tata sekolah adalah sekitar Rp. 1,3 juta dengan biaya SPP sebesar Rp. 200.000/bulan, uang bulanan sudah mencakup makan dan 1 buah majalah untuk latihan dirumah.
Fasilitas bermain juga lumayan banyak, meskipun beberapa mulai ada yang rusak, untuk tempat bermain ini tampaknya perlu ditambah agar lebih banyak dan anak tidak rebutan.
Guru-gurunya alhamdulilah cukup kenal dekat, temen pengajian karena masih satu RT, sehingga lebih mudah bagi saya untuk mengetahui pencapaian tata selama sekolah disana, gurunyapun tak segan memberi informasi tentang kenyinyiran tata disekolah pada saya.
Saking dekatnya, sering saya dengar dari rumah saat anak-anak ini menyanyi, membaca hafalan, membaca doa, latihan ceramah dan lainnya.
Trus setelah tata selesai dari TK. Alwasliyah apa saja yang didapat?, diantaranya yang paling saya suka adalah hapalan surat pendek beserta nama suratnya lebih banyak dari saya (tutup muka), saya sih gak hafal nama surat, biasanya cuma awal surat, misal baca kul hu, tabbat, izaja (jan ampun tenan mamake), hafal bacaan solat, hafal doa solat duha, hafal doa-doa pendek misal doa makan, doa mau tidur dll, berani ceramah dan memimpin doa didepan kelas, memiliki banyak teman, membacanya semakin lancar dan banyak lagi hal positif yang saya lihat bertambah sejak tata sekolah.
Setelah tamat dari TK. Alwasliyah kemana tata akan saya sekolahkan, hasil diskusi saya dan suami sepakat, lanjut ke SD Alwasliyah juga karena sistem pembelajarananya sudah sesuai dengan keinginan kami, jaraknya dekat, biayanya cukup terjangkau. Tata pun sudah tidak perlu bersosialisasi dengan sekolah baru, karena lingkungan SD dan TK cukup dekat, bahkan dia sendiri yang sudah tidak sabar mau masuk SD Alwasliyah.
Semoga tata bisa menerima pelajaran dengan baik, ilmunya semakin bertambah. Bisa mengikuti seluruh kegiatan sekolah dengan optimal dibawah bimbingan guru-gurunya yang baru nanti.
Sumber :
sitbinainsani.sch.id
bidanku.com
cendekiaboardingschool.blogspot.com
sumber
sitbinainsani.scn.id
Senin, 29 Mei 2017
Kata-Kata Lucu Anak
Teman-teman, saat anak kita baru mulai bicara, biasanya kata-katanya belum lengkap dan kedengaran sangat lucu bagi kita yang mendengar #katasaya. Bahkan sering kita yang dewasa ikut meniru-niru kata yang tidak lengkap itu, kalo anak-anak kelihatan lucu, tapi kalo kita ya bukannya lucu malah nyebelin, hahaha. Lebih tepatnya, kita tidak boleh meniru perkataan anak yang salah itu meskipun lucu, karena akan membuat si anak malah terbiasa mengucapkan kata yang salah itu dibanding yang benarnya.
Huruf yang agak lama dikuasai anak anak biasanya huruf R, saya masih ingat tata tergolong lama bisa mengucapkan huruf R. Baru diumur 5 tahun dia bisa mengucapkan huruf R dengan jelas dan benar.
Sebelum bisa mengucapkan huruf R dengan benar, tata akan mengganti huruf R dengan huruf L misal seperti ini, ada beberapa kata yang huruf Rnya malah di hilangkan:
Serly = selly
Pasar = Pasal
Sari = Sali
Mirna = Mina
Nah pada anak kedua lebih lucu lagi, huruf R berubah jadi W, hahaha, aneh kan? dan kedengarnanya lucu banget, kami sering terkikik-kikik kalo dia ngomong dengan kata yang ada huruf R nya, contohnya seperti ini :
bude sari = Bude sawi
ke pasar = Te pasaw
teriak - teriak = tewiak - tewiak
toriq = towik
Trus ada lagi huruf K, torik sulit banget mengucap huruf K, huruf K berubah jadi huruf T, dari mana coba, contohnya begini :
kura kura = tuwa-tuwa
kambing = tambing
kupu-kupu = tupu-tupu
buku = butu
Kata-kata aneh lain, sangat lucu dan saya tidak menemukan polanya adalah
harimau = Hamimau
Air = Ayek
Entah dari datangnya kata kata itu. sebenarnya masih banyak lagi, tapi sementara baru ini yang ingat, hahaha.
Bagaimana dengan kalian, apa masih ingat kata-kata tidak sempurna yang diucakan anak-anak dulu, tata saja yang usianya baru akan 7 tahun, saya sudah banyak yang lupa. Makanya sekarang nulisin tentang si thoriq biar bisa jadi bahan lucu-lucuan saat mereka besar nanti. Eh ya mereka berdua kalo saya ceritain tentang masa kecilnya seneng banget loh.
Huruf yang agak lama dikuasai anak anak biasanya huruf R, saya masih ingat tata tergolong lama bisa mengucapkan huruf R. Baru diumur 5 tahun dia bisa mengucapkan huruf R dengan jelas dan benar.
Sebelum bisa mengucapkan huruf R dengan benar, tata akan mengganti huruf R dengan huruf L misal seperti ini, ada beberapa kata yang huruf Rnya malah di hilangkan:
Serly = selly
Pasar = Pasal
Sari = Sali
Mirna = Mina
Nah pada anak kedua lebih lucu lagi, huruf R berubah jadi W, hahaha, aneh kan? dan kedengarnanya lucu banget, kami sering terkikik-kikik kalo dia ngomong dengan kata yang ada huruf R nya, contohnya seperti ini :
bude sari = Bude sawi
ke pasar = Te pasaw
teriak - teriak = tewiak - tewiak
toriq = towik
kura kura = tuwa-tuwa
kambing = tambing
kupu-kupu = tupu-tupu
buku = butu
Kata-kata aneh lain, sangat lucu dan saya tidak menemukan polanya adalah
harimau = Hamimau
Air = Ayek
Entah dari datangnya kata kata itu. sebenarnya masih banyak lagi, tapi sementara baru ini yang ingat, hahaha.
Bagaimana dengan kalian, apa masih ingat kata-kata tidak sempurna yang diucakan anak-anak dulu, tata saja yang usianya baru akan 7 tahun, saya sudah banyak yang lupa. Makanya sekarang nulisin tentang si thoriq biar bisa jadi bahan lucu-lucuan saat mereka besar nanti. Eh ya mereka berdua kalo saya ceritain tentang masa kecilnya seneng banget loh.
Selasa, 11 April 2017
Harmoni Salon, Salon Kecantikan di Tebo
![]() |
| Mudah dicari, lokasi strategis |
Harmony Salon adalah salah satu salon kecantikan yang cukup di kenal di kota Tebo, salon yang terletak di Jl. Lintas Tebo Jambi, Sumber sari ini sangat mudah di cari, Salon Harmony tepat berada di seberang GN Hotel. Harmony Salon Tebo menyediakan berbagai layanan mulai dari gunting hingga make up dengan harga yang sangat terjangkau.
![]() |
| Ruangan yang nyaman |
Berikut daftar harga serta layanan yang tersedia di Harmony Salon Tebo
1. Rambut
- Gunting Rambut Anak-anak (< 6th Rp. 10.000
- Gunting Rambut Perempuan Rp. 13.000
- Gunting Rambut Pria Rp. 15.000
- Cuci Rambut Rp. 15.000
- Blow Rp. 15.000
- Creambath Rp.35.000 - Rp. 50.000
- Masker Rp. 60.000 - Rp. 80.000
- Rebonding Rp. 150. 000 - Rp 350.000
- Smoothing Rp. 250.000 - Rp. 500.000
- Semir Rp. 50.000 - Rp. 300.000
2. Wajah
- Facial Sariayu Rp. 40.000
- Facial Mustika Ratu Rp. 40.000
- Facial Wardah Rp. 50.000
- Facial La tulipe Rp. 50.000
- Facial Biokos Rp. 60.000
3. Perawatan Tubuh
- Sauna Saja Rp. 30.000
- Lulur Paket Hemat Rp. 100.000
- Lulur Paket Sedang Rp. 150.000
- Lulur Paket Lengkap Rp. 180.000
4. Make up
- Make up Rp. 35.000 - Rp. 100.000
- Sanggul / Kreasi Rambut Rp. 25.000 - Rp. 50.000
- Kreasi Jilbab Rp. 25.000 - Rp. 40.000
#Salonkecantikanditebo
#SalondiTebo
#HarmonySalonTeb0
#SalonTerkenal
Langganan:
Postingan (Atom)























