everything

Rabu, 13 Agustus 2014

Berkunjung ke Panti Asuhan

Sudah lama sekali saya berkeinginan untuk mengunjungi panti asuhan, akhirnya  kemarin  keinginan yang sudah lama terpendam itu terwujud juga, bertepatan dengan hari jadi Harmoni salon yang ke-10, saya berencana mengajak karyawan dan anak saya berkenalan dengan panti asuhan.

Waktu merencanakan kunjungan ini,  banyak keraguan  dihati saya, mau membawa apa kesana?, apakah nantinya akan diterima dengan baik atau bagaimana?….tapi kalau bukan sekarang kapan lagi, karena ini kunjungan perdana, saya memutuskan untuk membawa  uang saja, pasti lebih bermanfaat

Hari itu  kami berencana mengunjungi 2 panti asuhan, yang pertama panti asuhan yang berada di Rimbo Bujang, dan yang kedua panti asuhan yang berada di lintas Muara Bungo, kami  (saya, suami dan anak, serta 5 karyawan) berangkat dari   rumah pukul 14.00 siang, dan tiba di panti asuhan   Aisyiyah  Rimbo Bujang kurang lebih jam 15.00.


Panti asuhannnya kosong

Suasana tampak lengang, menurut info yang saya peroleh sebelumnya, panti asuhan berada di belakang masjid, kami jadi ragu, sebab tidak ada aktifitas  sama sekali, tidak ada suasana ramai  sebagaimana panti asuhan yang ada dalam benak saya.  Kamipun  blusukan sampai kebelakang dan bertemulah dengan seorang ibu (saya lupa tanya namanya), ibu itu bercerita bahwa panti asuhan ini sudah 2 tahun tidak berjalan, tidak ada  penghuninya, sejak ibu itu pindah ke jawa, karena kondisinya kosong, maka si ibu dan suami di panggil kembali untuk mengelola panti, namun saat ini masih terkendala berbagai hal, si ibu menyarankan kepada kami untuk ke panti asuhan yang ada di Muara Bungo jika ingin menyumbang. Setelah berbasa-basi dengan si Ibu serta mengucapkan terima kasih.kami melanjutkan  perjalanan ke muara bunga.

Kurang lebih jam 16.00 WIB kami sampai di panti asuhan  Aisyiyah Muara Bungo,  beberapa anak langsung menyambut  dan menyalami kami satu persatu (rasanya kok seperti gimana gitu…), saya agak speechless dengan pemandangan ini,  terharu sekali…. Beberapa perempuan dewasa, yang mungkin pengurus juga ikut menyalami,  akhirnya saya dan suami diajak keruangan pengurus.

Kami ngobrol banyak tentang panti asuhan ini, ternyata penghuninya lumayan banyak, ada 125 orang yang tinggal di panti tersebut (cerita lengkap tentang panti nanti ya...), biaya yang dikeluarkan untuk mengelola panti ini minimal 30 jt/bulan, tapi menurut si bapak, alhamdulilah selalu ada bantuan dan kalau untuk kebutuhan pangan tidak pernah kekurangan..




Foto bareng  anak-anak panti asuhan

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan, tak lupa berfoto-foto, kami meninggalkan panti asuhan, rasanya plong banget, akhirnya niat yang sudah lama saya pendam bisa kesampaian, semoga ini menjadi yang pertama,  bukan yang terakhir kalinya, jika kesana lagi kami tidak perlu bingung, di samping uang, panti ini menerima sumbangan dalam bentuk material juga, seperti sayuran, beras, minyak sayur, pakaian, material bangunan, alat tulis dan sebagainya.

Karena hari sudah sore dan perut lapar, kamipun segera mencari warung tenda usai solat asar, kamipun makan dengan lahap, sebenarnya gak seenak warung tenda tempat favorit kita tenda Rihana di  Tebo, tapi berhubung lapar….yo wes entek juga…

Sudah lapar......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too