everything

Jumat, 06 Februari 2015

Jauh Dari Keluarga

Sewaktu masih belia, saya bercita-cita sekali untuk bisa melanglang buana, setidaknya tidak tinggal di tempat kelahiran, begitu juga mungkin dengan kebanyakan belia lainnya, penyebabanya tentu saja saya ingin melihat tempat lain, apalagi tanah kelahiran termasuk kota kecil, memimpikan  hidup dan tinggal di kota besar yang ramai dan modern, tak terpikirlah nanti jauh dari keluarga.

Semasa  single, jalan-jalan keluar kota dengan teman, kerja jauh dari rumah orang tua, menjadi hal yang biasa saja, semuanya menyenangkan. sampailah pada akhirnya saya menikah dan tetap jauh dari orang tua, apakah  semua menyenangkan?...

Baiklah saya beri gambaran,  saat saya melahirkan anak pertama,  pergi kerumah sakit diantar tetangga, dari masuk jam 8 malam, hingga bayi lahir jam 6.30 pagi,  hanya berdua suami, mertua datang pagi hari, dan ibu saya baru datang jam 2 siang, itu rasanya gimana gitu...., mengingatnya masih membuat saya berkaca-kaca.

Saat melahirkan anak kedua,   beberapa hari sebelum lahiran, ibu saya sudah datang, karena waktu itu anak pertama masih berusia 2 tahun 4 bulan, jadi ibu yang mengurus si sulung, sementara saya dan suami berdua dirumah sakit, bisa di bayangkan kaluu ibu saya tidak ada, sungguh repot luar biasa. Ketiga ketika anak kedua saya sakit dan 5 hari dirawat, ibu saya alhamdulilah masih sehat dan bisa membantu saya.

Saya kok kadang iri dengan  2 kakak saya yang tingal dekat dengan orang tua kami, bisa sering membawa mereka jalan2, mereka sering mengantarkan makanan, saat ibu saya sakit, mereka bisa mengantar, saat repot bisa menitipkan anak tanpa kuatir. sementara saya.....?

Tinggal jauh dari sanak saudara itu pasti banyak hikmahnya, sebagai pasangan kita dituntut harus saling kompak,  saat senang, saat sehat, saat bahagia, tinggal jauh dari sanak famili memang  tidak masalah, tapi saat sedang sakit atau di timpa musibah, rasanya kok nelangsa  dan merasa sendirian.

Sekarang saja saya sering sedih banget,  membayangkan jika orang tua saya sakit, sementara saya cukup jauh, bagaimana jika beliau sakit parah...., tapi  bersyukur keluarga suami masih dekat. sulit membayangkan jika semuanya jauh....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too