everything

Selasa, 17 September 2013

Ayo Pake Spiral, Aman kok...




Saya sering kali mendengar beberapa mom begitu ketakutan dengan alat kontrasepsi spiral, baru  2 minggu yang lalu tetangga sebelah ruko kami melahirkan anaknya yang ke-4 (sebutlah bude).... ampir tiap pagi saya menjenguk  bude sambil bawa si thoriq sarapan ato sekedar main liatin si baby....hari itu si dukun beranak sedang mengurut bude... kami bertiga terlibat obrolan mengenai alat kontrasepsi yang akan di pakai bude nantinya, berhubung bude juga dah punya 4 anak (tiga cewek dan ke 4 cowok)... so insya alloh ga akan nambah lagi..saya sih nganjurin pake spiral, seperti saya, pasca lahiran thoriq, saya langsung pasang spiral...., trus si mbah nyerocos...

"walah , yo ojo ngganggo spiral sampean mbak, nek berhubungan, opo maneh bojone doyan, mengko sakit...."cos bukan sekali ini saja saya dengar para mom yang sebenarnya tidak punya informasi sama sekali tetang KB ini, saya langsung menjawab...

"Bu, saya pake KB spiral lho.... ndak apa2, sudah lama saya pake, suami juga ga ada keluhan, malah waktu saya pasang dokter kandungannya juga pake, dia bilang aman kok... lagi pula bu, tempat spiral ma tempat si anu suami saya beda kok....". Mbah dukun beranak sepertinya agak merasa kurang enak, lalu bertanya pada saya..

"ooo....ndak papa to mbak, jare bisa ngerayap mpe ke jantung mbak, wedi eh mbak...."

"ora bu.... wong spirale ga enek kaki, jadi ya ga bisa mlaku2...." jawab saya sambil bercanda...

"ooooo jadi ga opo2 to...."

Bukan sekali ini saya berusaha untuk memnjelaskan mengenai kontrasepsi ini, hampir rata-rata para mom di lingkungan saya berpikiran sama seperti ibu dukun beranak tadi, akhirnya saya menyimpulkan bahwa mereka sering mendapat informasi yang salah dari orang yang juga tidak pake ne kontrasepsi... rata2 para mom takut dengan proses memasangnya.... awalnya saya juga takut, tapi bayi 3 kg lebih juga bisa keluar dari miss V, apa lagi hanya memasukan benda seuprit gitu.... saya berusaha menepis semua takut, terlebih kakak serta  keponakan saya dah make... dan alhamdulilah aman2 saja...

Saya memutuskan memilih alat kontrasepsi ini karena menurut saya kontrasepsi ini paling simple dan praktis...tidak merepotkan saya, kalo pil, tiap hari kudu minum.... kalo suntik, rutin juga ne bokong di tusuk jarum... mpe kapan, kalo yang 3 bulanan, berarti setaun 4x di suntik, apa lagi yang bulanan, belum lagi masalah kegemukan yang seringkali timbul akibat KB suntik ato pil...sementara pake kondom... lebih ribet lagi..gak nyaman juga rasanya( buat saya kondom ga ada enak2nya.) ...trus KB kalender... aih.... bapak2 sih susah KB model ini... ujung2nya kebobolan...

Banyak kok kelebihannya menggunakan Spiral...diantaranya :
  • Tingkat efektifitas mencapai 0,6 – 0,8 kehamilan per 100 wanita yang menggunakannya. Atau dengan kata lain 1 kegagalan pada 125 – 170 pengguna,
  • Langsung Efektif begitu terpasang di rahim,
  • Anda hanya perlu melakukan pengecekan satu tahun sekali ke dokter yang memasang IUD.
  • Tidak menimbulkan efek samping hormonal seperti pada alat kontrasepsi hormonal yang lain,
  • Dianjurkan untuk ibu menyusui karena tidak akan mempengaruhi volume dan kualitas ASI,
  • Apabila tidak terjadi infeksi bisa dipasang setelah melahirkan,
  • Dapat digunakan setelah 1 tahun atau lebih masa haid terakhir (masa menopause )
  • Membantu mencegah kehamilan di luar kandungan.
  • Dapat dipasang kapan saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal anda tidak sedang hamil atau diperkirakan hamil.
Disamping  kelebihanya, kontrasepsi ini juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:
  • Memerlukan prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik sebelum dipasang Alat Kontrasepsi Intrauterine Device IUD, dan pemasangan harus oleh petugas terlatih (bidan atau dokter),
  • Bagian organ reproduksi wanita mungkin akan terasa sakit dan kejang selama 3 - 5 hari setelah pemasangan IUD,
  • Terjadi perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama, setelah pemasangan,
  • Terjadi pendarahan diantara masa menstruasi, hal ini dikarenakan Alat IUD mengenai dinding rahim dan menimbulkan luka,
  • Darah Haid biasanya akan lebih lama dan lebih banyak. Dan apabila pendarahan haid sangat banyak dapat menyebabkan anemia
  • Terjadi Keluhan pada suami saat berhubungan badan, karena pemasangan benang IUD terlalu panjang. Hal ini bisa diatasi dengan memotong benang lebih pendek atau melipatnya ke dalam rahim yang dilakukan oleh bidan atau dokter spesialis kandungan,
  • Apabila pemasangan IUD tidak benar, menyebabkan perforasi pada dinding uterus,
  • Tidak dapat mencegah infeksi penyakit menular seksual, sehingga tidak disarankan untuk perempuan yang sering berganti pasangan. Infeksi ini akan memicu terjadinya penyakit radang panggul.
  • 1 dari 1000 wanita, mengalami terlepasnya IUD.
  • IUD hanya mencegah kehamilan normal dan tidak dapat mencegah kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.
  • Wanita yang menggunakan IUD sebagai KB harus memeriksa posisi benang dari waktu ke waktu. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan jari ke dalam vagina. <http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com>  

Biaya pemasangan kontrasepsi ini memang relatif mahal, tapi kalo di perhitungkan untuk jangka panjang, saya rasa justru lebih hemat, waktu saya pasang di rumah sakit daerah hanya Rp. 250.000,-  untuk spiral berbentuk t dengan masa 10 tahun. tapi menurut kakak saya yang pasangnya di praktek dokter kandungan biayanya  Rp. 500.000,- belum termasuk konsul  seminggu setelahnya untuk mengecek posisi si spiral, apakah sudah tepat di tempatnya....so mari mom, jangan takut untuk pake spiral,  alhamdulilah saya aman2 saja mpe sekarang, badan saya juga tidak gemuk, dan saat berhubungan intim juga tidak ada masalah....

(gambar  : utehlela.blogspot)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too