everything

Selasa, 12 November 2013

Macam-macam Arisan

Kalo ditanya pernah ikut arisan? saya rasa hampir semua perempuan apa lagi yang sudah jadi ibu rumah tangga pernah ikut, saya sendiri sering ikut arisan bahkan dari masih gadis, sampai sekarangpun masih sering ikut arisan, dan sekarang saya makin tahu bahwa arisan itu banyak banget jenisnya, tapi saya sangat selektif memilih arisan, karena beberapa jenis arisan sepertinya tidak cocok buat saya dan menurut saya juga agak merepotkan.

Arisan yang biasa saya ikutin adalah arisan pengajian, karena ini wajib, setiap anggota pengajian harus ikut, besarnya Rp. 10.000,-/minggu, tujuan arisan ini adalah meringankan anggota yang menjadi tuan rumah, karena pengajian di tempat kami diadakan berkeliling dari rumah ke rumah, dan habis pengajian biasanya ditutup dengan acara makan2 dari mulai kategori ala kadarnya mpe mengada-ada.

Arisan lain yang saya ikuti adalah arisan bersama karyawan salon, ini sih juga arisan kecil-kecilan,  hanya   Rp. 200.000,- di kocok tiap bulan dan periodenya hanya 10 bulan, soalnya kalo undian arisan berdasarkan jumlah anggota, bisa lama, saya ga suka banget arisan yang lama-lama, iya kalo dapat duluan, yang terakhir capek nunggu uangnya, kalo dapat arisan saya langsung beli2 peralatan dapur dan rumah tangga.

Ada lagi arisan barang, yang ini saya pernah sekali ikut, arisan panci, itupun karena ada sales, jual panci 5 dapat 6, jadilah saya bayar semua dan mereka mengangsur ke saya, untungnya.....ya saya dapat panci gratis. arisan barang ini banyak banget macamnya, dari mulai emak saya dulu, ikut arisan sembako, ini tujuannya meringankan anggota yang akan punya hajatan, misal si A mau hajatan, maka anggota memberi si A sembako, mulai dari beras, minyak goreng, telur, tepung, gula, kopi dll. nantinya si A juga mengembalikan barang yang sama jika anggota yang lain hajatan. tetangga saya juga punya arisan bahan bangunan, mulai dari semen, batubata hingga seng. arisan barang ini paling banyak modelnya, ibu-ibu paling doyan arisan begini, mulai dari karpet, panci, piring, kain panjang, kuali, dandang, peralatan prasmanan, sprei dan ntah apalagi, saya jarang banget ikutan arisan beginian, soalnya saya lebih suka milih barang sendiri.


Dikeluarga kami juga ada arisan emas, ne berlaku buat  yang masih single, jadi siapa yag menikah, dapat emas, bisa juga di konversi ke Rupiah, besarnya disesuaikan dengan kemampuan, bisa 1 mayam, 2 mayam atau lebih,  arisan ini juga sangat membantu dan tidak merugikan, kata  mbah saya sebagi pencetus ide ini di keluarga kami, arisan ini  sama saja dg menabung, soalnya nilainya terus naik mengikuti harga emas.

Nah, ada lagi arisan harian dilingkungan saya ini, kebanyakan yang ikut adalah pedagang, arisan harian, dikocok per sepuluh hari, besaranya juga macam-macam, mulai yang dari Rp.10.000,/ hari sampai dengan Rp.500.000 perhari, gini perhitungannya, misal arisan Rp 100.000 perhari, anggota 10 orang maka  perhitungannya : 
        Jumlah uang arisan = ( 10 orang x 10 hari x Rp. 100.000,-) - Rp. 200.000,- (biaya pengelola)
                                     =  Rp. 9.800.000,-
semakin besar arisan ini, maka semakin kecil pengikutnya, arisan yang besar2 ini pengikutnya pedagang besar di sekitar kami ini,   saya belum pernah ikut arisan yang model ini, beberapa kali di tawarin, tapi sepertinya tidak cocok buat saya, terlalu memberatkan.

Ada lagi arisan yang paling anyar di tempat saya ini, arisan tembak namanya, yang ini saya baru denger, modelnya sama dengan arisan harian, tetapi semua anggota dapat pertama, jadi gini, kalo arisannya Rp.100.000,-/hari, anggota sepuluh, maka kesepuluh anggota langsung dapat uang arisannya serentak,  sebesar Rp. 8.500.000,-, kemana yang Rp.1.500.000,-, nah itu buat biaya pengelola. arisan model ini potongannya besar, karena pengelola perlu modal besar juga supaya semua anggota bisa dapat pertama semua.

Arisan memang banyak modelnya,  dikemas dengan  rupa-rupa yang sangat menarik terutama buat  kaum perempuan,  saya yakin masih banyak lagi jenis arisan lain yang saya tidak tau seperti apa (katanya ada arisan brondong, arisan online, dll),  bahkan saking hebatnya nech arisan, mpe mbak Nia Dinata memfilemkannya dengan judul yang sama yaitu ARISAN (dah pada nontonkan filemnya),   arisan memang menarik, ada yang bermanfaat, ada juga yang tidak, pintar-pintarlah kita memilih mana arisan yang paling pas dengan kebutuhan kita.



Gambar :  http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/04/12/pentingkah-ikut-arisan-550325.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too