everything

Senin, 11 November 2013

Jambi, Daerahku Tercinta

Terlahir dan dibesarkan di Jambi, tentunya saya lumayan mengerti seluk-beluk daerah saya ini, malu kan sebagai orang Jambi malah ga kenal daerahnya, saya lahir dan menghabiskan masa sekolah saya di kota Jambi, dari mulai SD sampai Perguruan Tinggi, dan sekarang setelah berkeluarga sayapun masih tinggal di Jambi, cuma sudah berpindah ke Kabupaten lain yaitu Tebo.

Menurut saya Jambi tuh unik, Provinsi Jambi, ibukotanya juga sama namanya yaitu kota Jambi, provinsi Jambi memiliki 9 Kabupaten  yaitu  Batang Hari, Muara Jambi, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci. dan 2 kota yaitu Kota Jambi dan kota Sungai Penuh (ini saya belum tau dah resmi ato belum yah....). tentunya setiap kabupaten dan kota memilki keunikan masing2.

Masyarakat  Jambi adalah masyarakat yang heterogen yang terdiri dari penduduk asli Jambi yaitu suku melayu yang mendominasi hampir disemua wilaya provinsi Jambi, ada juga suku kerinci yang berasal dari Kabupaten Kerinci, yang berbahasa dan budaya mirip dengan minangkabau,ada juga suku-suku asli yang masih primitif yaitu suku kubu dan suku anak dalam, selain itu juga ada pendatang yang cukup lama bermukim di hampir seluruh provinsi Jambi  yang berasal dari  Minangkabau, Batak, Jawa, Bugis, Cina, India, Sunda, Betawi dan lainnya.

Ini ceritanya kayak belajar sejarah saja ya, males pastinya  kalo ngomongin yang gini-gini, ato mau bikin skripsi?, bosen ya... trus ceritane opo???.....yang bikin kita pengen ke Jambi tuh apa?????... wait..., itukan baru mukadimah, minimal saya bisa ngejelasin kalo saya tau banyak tentang provinsi tercinta ini, lah.... kok malah mbulet sih...

To the point aja ya, yang bikin saya kemanapun pergi tetep balik lagi ke Jambi ya pastinya karena Jambi is my hometown lah, saya kan ga punya rumah di kota lain, ato di provinsi lain, trus yang menarik apa? yang bikin orang lain yang ga kayak saya penduduk Jambi tertarik untuk datang apa? nech saya kasi tau ya...

Pertama, Jambi tuh terkenal banget dengan penghasil duku, kalo lagi musim panen duku, wuih... rame banget pedagang dari daerah lain, malahan ada yang dari Jakarta sono, ikutan beli-beli duku di Jambi untuk di pasarkan di daerah Jawa yang katane ga punya pohon duku, tapi emang loh, duku dari Jambi dah terkenal seantero Indonesia, saya boleh bangga kan...., nah yang unik dalam perdagangan duku ini, biasanya pedagang yang asalnya  dari mana-mana itu sudah terlebih dahulu memanjar dari si duku masih ijo2, biar ga keduluan sama pedagang lain, yang begini biasaya pedagang besar dengan modal kuat, mereka keliling Jambi sebelum masa panen,  petani juga lebih senang dengan cara ini, karena mereka  dah bisa menikmati uang  dari sebelum dipanen. tahun lalu ada pedagang dari Palembang yang menginap di sebelah rumah saya, tiap hari rata2 dia mampu mengirim 5 - 7 truk duku ke Jakarta selama 2 minggu, tiap hari pak pedagang menghabiskan lebih dari Rp. 100 jt untuk membeli dan mengirim duku tersebut. nah saya recomended  kalian yang gemar wisata, datanglah ke Jambi pas musim duku, dijamin  ga terlupakan manisnya buah duku. apa lagi yang punya bakat bisnis, peluang loh..


duku  Jambi
Kedua, daerah kami ini memiliki kerajinan Batik Jambi, yang ga kalah  cantik dengan batik dari Jawa yang  lebih dulu nyohor itu, batik Jambi keren loh, warnanya berani2, ga kalem kayak batik Jawa, motifnya juga mencerminkan budaya jambi seperti duren pecah, kembang sepatu, angsa dan lainnya, batik Jambi juga jadi baju wajib yang kudu dikenakan oleh para pegawai negeri sipil di Provinsi Jambi. ayo... siapa kolektor batik, mbok ya batik Jambi dilirik juga...trus dibeli biar makin lengkap koleksinya.







beberapa motif batik Jambi yang cerah ceria
Ketiga, Kebun teh di Kayuaro, kalo yang ini boleh saya sangat bangga, karena perkebunan warisan  jaman Belanda yang sekarang dikelola perusahaan BUMN ini merupakan kebun teh tertua di Indonesia dan terbesar di dunia serta menghasilkan teh kualitas terbaik (grade I) di dunia, teh kayu aro merupakan bahan baku  perusahaan teh premium di  Inggris yang produknya dikonsumsi oleh para bangsawan Eropa. bahkan Ratu  Belanda, sejak zaman Ratu Wihelmina, Ratu Juliana hingga Ratu Beatrik mengkonsumsi teh kayu aro ini, dulu produk teh kayu aro, hanya untuk ekspor, namun sekarang sudah ada yang dijual untuk lokal. beberapa kali saya pergi ke sana, mpe sekarang masih pengen balik lagi dan balik lagi, disana adem banget, pokoke pemandangannya keren abis.



teh kayu aro

Kebun teh dengan pemetiknya yang trampil

Keempat Sungai Batang Hari, nah kalo ini adalah  ikonnya kota Jambi, sungai batanghari kan terkenal dengan sebutan sungai yang terpanjang dipulau Sumatera, lagunya juga ada, dikota Jambi, ada tuh tempat namanya Ancol, (ga cuma di Jakarta kan...), pas di pinggir Sungai Batanghari, kalo malam rame, tempat kumpul-kumpul tua-muda yang ingin menikmati kota Jambi, sambil makan jagung bakar aneka rasa sambil minum es tebu, trus mandangin  sungai Batanghari, dan kerlip-kerlip lampu dirumah penduduk seberang sungai wuih.... romatis loh.. berasa di Singapur....

sungai batang hari yang membelah kota Jambi

Kelima, you know, TEMPOYAK, nah ini makanan  enak nan legendaris  bagi penikmat kuliner, kalo ada yang bilang itu durian busuk, No Way....tempoyak terbuat dari duren yang di fermentasi, seperti halnya kalian makan tape atau tempe, nah tempoyak ini paling enak dimasak dengan ikan baung atau patin sungai, aromanya emang agak tajam, namanya juga terbuat dari duren, tapi rasanya.... di jamin mak nyoss...jangan ngaku ke Jambi kalo belum nyicip tempoyak ya?.

Tempoyak...mak nyussss
Keenam, Karet dan Sawit, Jambi sangat terkenal loh dengan 2 komoditas perkebunan ini, Jambi penghasil karet terbesar kedua di Indonesia (merdeka.com), sedangkan sawit, Jambi menempati urutan keempat penghasil sawit terbesar, beberapa daerah transmigrasi dimasa pak harto menjadi ikon penghasil komoditas ini,  seperti daerah Sungai bahar, Rimbo Bujang dan Pamenang.  nah buat para pemodal atau investor yang berminat, masih terbuka lebar peluang bisnis hulu hingga hilir di komoditas ini,




Karet dan sawit, ikon perkebunan Jambi

Ketujuh, Sektor Tambang, Jambi merupakan penghasil minyak  dan gas yang cukup besar, bahkan dari jaman Belanda, sudah dilakukan eksplorasi minyak, disekitar rumah orang tua saya di Kenali Asam Bawah, banyak sumur bor peninggalan Belanda, Jambi menempati posisi ketujuh penghasil minyak terbesar di Indonesia. gak cuma minyak, Jambi juga penghasil gas dan batu bara, banyak perusahaan lokal, nasional maupun multinasional yang berinvestasi di Jambi.

pengeboran minyak

Tuh, banyakkan alasan kenapa kamu kudu datang ke Jambi, yang suka kuliner, para traveller, backpacker, investor, ayo datang ke Jambi, dijamin ga nyesel. 

 "Postingan ini di ikut sertakan kedalam Lomba Blog www.pipetmagz.com"



Sumber
1.  http//www. tribunnews.com
2.  http//www.infoemasijambi.blogspot.com
3.  http//www.batikzhorif.wordpress.com
4.  http//www.newskpkjambi.com
5.  http//www.rimbobujang.com
7.  http//www.metrojambi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too