everything

Jumat, 29 November 2013

Dokter oh Dokter

Dari kecil, entah mengapa saya ga kepingin banget jadi dokter (ga maksud mendiskredikan profesi ini), tapi sekarang, kebetulan tetangga sebelah ruko ada seorang dokter umum, saya jadi sedikit  berandai2 semoga kelak anak saya juga bisa menjadi dokter seperti tetangga saya ini.

Dokter itu, sebutlah dokter baik, apa sih prestasinya sampe saya yang tidak melirik profesi dokterdan tenaga kesehatan lainnya hingga saya berubah pikiran, kalo ingat serial  dr. Sartika dulu, yang tayang di TVRI kalo ga salah, begitulah dokter baik ini berkiprah, dokter baik ini benar2 dokter  seperti yang di gambarkan dalam sinetron dr. Sartika, tidak pernah lelah melayani pasien, diminta untuk datang kerumah juga mau, bahasanya sangat lembut, bahkan beberapa pasien bercerita, baru ngobrol dengan dokter baik ini, rasanya penyakit ilang katanya #lebai nech pasien.

Seringkali juga dokter baik ga keberatan untuk pulang lagi ke tempat praktek, ketika dia hendak pergi kesuatu tempat, dia pernah loh, dah pergi 20 km lebih  balik lagi ke praktek demi mengobati pasien yang menelfon. banyak kah pasiennya? jangan ditanya, pokoke di daerah kami ini dia dokter umum favorite, pasiennya  terbanyaklah disini, makanya sampe saya mikir, enak bener jadi dokter ya.....

Tapi ternyata dokter yang seperti itu juga ga banyak, padahal jujur saja,  kita semua pasti mendambakan dokter seperti dr. Sartika itu.....pengalaman saya ke beberapa dokter spesialis juga gitu, kesannya cuek dan buru-buru...makanya waktu hamil sempet ganti2 dokter kandungan.

Seminggu yang lalu, anak saya sakit diare dan muntah, dokter anak juga lagi dinas ke Jakarta selama 1 minggu, padahal dia dokter anak satu-satunya di tempat kami ini, akhirnya saya cuma ke apotik untuk membeli obat dan alhamdulliah sembuh.

Sulitnya pelayanan dokter sudah terbiasa bagi kami yang tinggal di daerah seperti ini, jangankan dokter yang demo, dokter yang  pergi seminar berhari-hari meninggalkan rumah sakit, adalah makanan sehari-hari, makanya kalo cuma di tinggal demo,  sudah biasa.

Menyimak kasus dokter ayu yang sedang marak, saya juga punya cerita, RSUD daerah kami ini, tidak memiliki dokter spesialis kandungan, yang ada adalah dokter yang sedang magang per-6 bulan, saya tidak tau persis bagaimana prestasinya, tapi dengan adanya dokter2 magang ini, ruang kebidanan menjadi lebih rame, malah banyak juga yang SC.

Hingga saat ini, entah kenapa tidak juga ada satupun dokter kandungan yang bersedia di tempatkan didaerah kami ini, dengan adanya kasus  dokter ayu, saya kuatir tidak ada lagi  calon dokter  spesialis yang bersedia magang di tempat kami ini. (tidak hanya calon dokter kandungan yang magang disini).

Kasus dokter ayu yang tiba2 menjadi isu nasional, hendaknya dapat diselesaikan dengan baik, saya salut dengan solidaritas para dokter, tapi hendaknya tidak lagi mengadakan demo, dokter juga manusia dan   tidak ada manusia yang sempurna, saya orang awam yang tidak paham masalah kedokteran, saya hanya penikmat jasa dokter, yang selalu berharap mendapatkan pelayanan yang maksimal dari dokter. 








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too