everything

Jumat, 03 Januari 2014

Menyusui Saat Hamil & Tandem Nursing

Memiliki anak pertama  diusia lebih dari 30 tahun, membuat saya tidak memiliki pilihan untuk menunda kehamilan, tidak perlu KB, semoga segera diberi momongan lagi, dan akhirnya pada saat anak pertama berumur 18 bulan saya positif hamil. gembira tentu iya, tapi satu hal membuat saya risau, saya harus menyapih anak pertama. padahal usianya belum genap 2  tahun, artinya belum layak disapih.

Proses menyapih segera saya lakukan, karena pada saat itu  sepengetahuan saya, ibu hamil tidak boleh menyusui, beruntung proses menyapih anak pertama tidak perlu repot, hanya diolesi minyak kayu putih dia langsung tidak mau, cuma malam itu saya dan suami gantian gendongin menjelang dia tidur, selebihnya aman.

Setelah masa sulit ditrimester awal terlewati, iseng saya googling, ternyata menyusui pada saat hamil tidak dilarang, maklum orang tua dulu, juga tetangga  sering bilang, kalo hamil menyusui, tidak baik, karena asinya bercampur darah. betapa bodohnya saya waktu itu. sejak saat itu saya berjanji, jika ASI saya pasca melahirkan banyak, saya akan kembali menyusui kakaknya, untuk menebus kekurangan karena si kakak disapih saat 18 bulan.

Saya lupa kapan persisnya saya menyusui lagi si kakak, tidak sabar menunggu siadek lahir baru untuk menyusui kakaknya lagi, sebenarnya kakak sudah enjoy dengan sufor, bahkan disodorin  ASI juga sudah tidak mau, tapi sedikit saya buju-bujuk dia nenen, awalnya menolak, tapi akhirnya mau juga, saya tidak menghentikan ASI sampai akan melahirkan, sufor tetap diberikan karena kuatir ASI saja tidak mencukupi karena saya dalam keadaan hamil dan juga untuk mengantisipasi jika nanti adiknya lahir, tentu prioritas ASI ke adiknya.

Ketika adiknya lahir, sebenarnya saya  bermaksud tidak lagi memberi ASI si kakak, tapi 1 hari tidak  bertemu dengannya, membuat saya langsung menangis apalagi saat dia merengek minta ASI, duh saya ga tega banget. (saya melahirkan SC direncanakan, jadi sang kakak di tinggal, setelah lahiran baru dibawa) juga kejadian saat 2 hari pasca melahirkan, adiknya bangun dan menangis, suami memberikan kesaya agar saya kasi ASI, tapi si kakak nangis histeris, adiknyapun makin kenceng menangis, saya yang kebingungan juga ikut menangis.

Menyusui saat hamil atau nursing while pregnant (NWP) dan Menyusui adik kakak, atau  kerennya Tandem nursing adalah pilihan pribadi masin-masing, menurut saya, selagi tidak membahayakan kenapa tidak, dari pengalaman saya, produksi ASI juga semakin banyak, si adik juga tidak kekuranagan ASI, hanya bagaimana cara kita memanage waktu memberi ASI, tidak dipungkiri terkadang tidak terhindar harus menyusui keduannya sekaligus.

Tidak mudah tentunya saya menjalani hal ini, banyak banget kerepotan yang saya alami, misalnya saat keduanya  tidur dan mendadak terbangun bersamaan, belum lagi lelahnya, menyusui 2 anak bergantian tentu lebih lama dibanding seorang, juga menjadi lebih mudah lapar.

Keuntungan tandem nursing antara lain, si kakak dapat menerima asupan ASI hingga genap dua tahun atau lebih, dan si kakak turut mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu mengurangi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, si kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti engorgement (payudara penuh) yang terjadi di hari2 awal menyusui, atau penyumbatan saluran ASI. Dan juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.

Sekarang si kakak sudah 3 tahun 3 bulan, si adik 11 bulan, saya masih menyusui keduanya, hanya intensitas menyusui si kakak sudah menurun, kakak juga sudah bisa di bujuk, bahwa lebih penting adiknya, jadi saat adik sudah kenyang, baru  giliran si kakak, itupun cuma sebentar-sebentar. si adikpun tidak iri ketika melihat kakaknya nenen.

Saya sama sekali tidak menyesal memilih tandem nursing, karena yakin manfaatnya jauh lebih besar  dari kekurangannya, saya justru merasa sangat beruntung, memiliki pengalaman unik yang tentu saja tidak dirasakan  oleh  sebagian besar ibu-ibu lain, mengapa saya memilih cara ini hanyalah saya tidak ingin melewatkan momen memberikan ASI yang cukup pada kedua anak saya. saya berfikir waktu begitu cepat berlalu, beberapa tahun lagi saya pasti meridukan saat-saat memeluk dan menyusui dua anak saya. jadi saat kesempatan itu ada, saya tidak ingin menyia-nyiakanya.



Sumber :
www.theboobgroup.com
http://aimi-asi.org/tandem-nursing/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too