everything

Kamis, 15 Januari 2015

etika menggunakan media sosial



Kalo dulu kita sering dinasehati dengan pribahasa, mulutmu harimaumu, sekarang kita harus waspada dengan jari kita sendiri, seiring dengan perkembangan tehnologi dan jejaring sosial yang semakin tinggi. jejaring sosial seperti Facebook, twitter, google +, path dan lainnya dimana para penggunanya saling berinteraksi terkadang justru menjadi tempat untuk saling menghujat, curhat hal yang kurang bermanfaat, membicarakan sesama teman, memamerkan sesuatu, ajang pertengkaran dan sebagainya. hati-hati, jarimu harimaumu.

Sebenarnya seperti  kita berbicara secara langsung, menggunakan jejaring sosial juga ada etikanya, tidak asal saja menuliskan status atau komentar, seperti yang sudah sering kali terjadi, beberapa status dan komentar justru mengantarkan pembuatnya kemeja hijau, sungguh miriskan.

Berikut beberapa etika menggunakan jejaring sosial yang saya rangkum dari berbagai sumber :

1. Etika berkomunikasi

Dalam menggunakan jejaring sosial, sebaiknya gunakan bahasa yang baik dan sopan, bukan yang provokatif, apalagi nantinya tulisan kita akan menjadi sumber pertengkaran bagi orang lain.

2. Menghargai karya orang lain

Tidak mudah pastinya membuat tulisan yang baik, bisa dijadikan motivasi bagi banyak orang, terkadang dengan mudahnya jari lentik kita mengcopy sebagian kalimat indah yang dibuat orang lain tanpa ingat mencantunkan penulisnya. menuliskan seolah-olah itu hasil pemikiran kita, itu sungguh terlalu.

3. Hindari SARA dan Pornografi

Nah kalau yang ini juga sangat sensitif,  saya sepakat tidak menuliskan soal sesuatu yang tendensius sama agama dan ras orang lain, pornografi apalagi ya, sangat mengganggu, tanpa membawa nilai apapun, pornografi tidak layak untuk disebarluaskan. karna lebih banyak dampak tidak baiknya ketimbang positifnya.

4. Jangan terlalu mengumbar  informasi  pribadi

Ini yang paling sering terjadi, sadar atau tidak kebanyakan kita selalu menumbar informasi pribadi (termasuk saya), ya kalau informasi itu bermanfaat bagi orang lain, kalau tidak,  kadang kala membuat status sedang bertengkar dengan si anu, bertengkar dengan  suami/istri/pacar, benci dengan si anu, semua kegiatan 24 jam ditulis, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, ngantar anak, masak apa, baru beli mobil, perhiasan atau apalah, nonton acara tv, selamat tidur, mungkin kalau bisa, tidurpun nyetatus.... zzzzz.

5  Pahami perbedaan

beda pendapat itu pasti terjadi, kita gak bisa memaksa orang lain untuk sependapat dengan  kita, misal kita suka warna merah, apa semua kudu suka merah, pasti ada yang suka hijau, oren, kuning dan lainnya, bayangkan jika warna yang ada didunia ini cuma merah, malah gak baguskan....

Yuks mari belajar menjaga etika di dunia maya, jadikan media sosial tempat menebar kebaikan, bukan pelampiasan amarah dan caci maki. jadiakan media sosial  tempat pertemanan yang penuh manfaat.




Sumber
1. http://sosbud.kompasiana.com/
2. http://trimaaja.blogspot.com/
3. oasisbiru.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too