everything

Selasa, 09 Juni 2015

Tentang Jadi Apa


Tiap kali ditanya, akan jadi apa nanti Tata, saya dengan cepat akan menjawab, semoga nanti tata menjadi desainer dan penulis. Sebenarnya Tatapun belum tahu kalo ditanya soal profesi apalagi cita-cita, jawaban saya itu sebenarnya hanyalah merupakan harapan seorang ibu terhadap anaknya, lantas teman saya menjawab "wah, bagus itu, desainer kan banyak duitnya". 

Maka dimulailah perdebatan itu, saya tidak sepakat dengan dengan pendapat seperti itu, sebagai orang tua, saya tidak ingin mengajarin anak saya, bahwa menjadi dokter, Pengacara, pilot, penulis, dosen, insinyur, desainer dan sebagainya karena duitnya banyak, tetapi lebih kepada profesi-profesi mulia itu saat mampu digapainya dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Sebenarnya cita-cita memang tidak sama dengan profesi menurut beberapa artikel yang saya baca, tapi karena sudah terlanjur umum dimasyarakat bahwa kalo ditanya cita-cita maka jawabnya adalah salah satu profesi seperti yang saya sebutkan tadi atau profesi-profesi lainnya.

Dulu sewaktu masih sekolah, seringkali saat ngobrol dengan teman mau jadi apa nanti, profesi yang disebutkan pastilah yang penghasilannya besar, malah obrolan seputar enak jadi hakim, polisi atau kerja di kantor pajak, tempatnya basah, hahah, gak pake atap kali kantornya.

Entah darimana pikiran semacam itu datang, tapi begitulah tentang profesi sewaktu kecil dulu, bayangkan kalo sekarang saya bilang sama anak saya "nak, besok kamu kalo sudah besar jadi dokter saja, enak nak, sekali operasi bisa berjuta-juta", atau saya bilang gini "jadi pengacara enak nak, sekali ngurus satu kasus bisa ratusan juta" bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak saya, maka siapa saja yang tidak sanggup membayar atau punya uang tidak akan bisa menggunakan jasanya.

Sekarang saya lebih mengenalkan pada anak banyak hal yang baik, misal saat saya memasak saya akan bilang "nanti kalo sudah besar mbak tata pintar masak ya, biar bisa masakin ibu, masakin ayah" atau kalo saya pergi ketukang jait saya bilang "besok mbak tata bisa bikin baju ya, kayak tante ini, liat baju mbak tata bagus", atau saat ke dokter bilang gini "mbak tata mau jadi dokter, nanti bisa ngobatin adik kalo demam", intinya saya lebih mengajarkan manfaat dari profesi tersebut.

Tentang menjadi apa kelak anak saya, sepenuhnya saya serahkan pada mereka nantinya, sebagai ibu, saya pastinya punya harapan, misal untuk anak perempuan, saya lebih berharap anak perempuan saya bisa jadi ibu rumah tangga yang baik dan juga tetap bisa punya penghasilan, kalau bisa malah pekerjaannya fleksible terhadap waktu dan tempat, sehingga prioritas terhadap keluarga lebih utama.

Sedangkan untuk anak laki-laki, harapan saya lebih besar lagi, pilihan profesi lebih banyak, karena anak laki-laki kelak akan menjadi kepala rumah tangga, akan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap keluarganya. tapi tetep sih, kalo bisa, mahir menulis juga. 

Sebagai orang tua, saya hanya bisa mengarahkan, memberikan bimbingan, memberikan pendidikan sebanyak-banyaknya tentang banyak hal agar kelak mereka bisa mempunyai profesi yang baik.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too