everything

Kamis, 09 April 2015

Coret-Coret

Si kecilku yang ganteng ini sedang top-topnya dalam urusan pegang spidol, awalnya sih cuma membiasakan mbaknya tulis-tulis di papan, biar makin lancar menulis angka maupun huruf, tapi Thoriq tentu gak mau ketinggalan, malah sering ngrecokin dan gak mau kalah sama mbaknya, kalau mbak pegang spidol thoriq juga kudu pegang spidol,

Sebenarnya kami sudah menyediakan papan tulis yang ukurannya 200 cm x 140 cm, menurut ayahnya sih sudah cukup besar buat mereka main spidol, tapi kenyataanya gak cukup juga, mulai dari meja kursi, tv, ceret, mejikom pun kena aksi coret Thoriq, kalau mbak sih sudah mulai ngerti mana yang boleh dan mana yang gak boleh untuk nulis.

Gak cukup benda-benda tadi loh ya, hampir seluruh dinding mulai dari yang dekat papan tulis hingga kekamarpun semua dicoret2,  bakat jadi pelukis mungkin nanti ya, atau jadi kartunis... amin.

Pernah juga sih saya kesel banget, abis sprei yang baru  beli sekitar sebulan, tanpa sepengetahuan saya di coret-coret juga, kalo sprei lama sih jangan ditanya, sudah lama digambarnya, jelas saja saya muring-muring, tapi kata suami, biarin saja cuma sprei saja kok,

Sebagai ibu-ibu biasalah ya, aksi coret-coret ini sering bikin kesel, biarpun pakai spidol khusus untuk whiteboard tetep juga gak bisa ilang jika dicuci, maka keren-kerenlah pernak-pernik barang dirumah saya, lebih artistik karena sudah diberi gambar-gambar abstrak oleh Thoriq.
Kalau mikir barang jadi pada antik gitu, sering terbit juga rasa malu, membayangkan kalau-kalau ada tamu, hua... dindingnya apik banget. kalau sudah gitu sih saya langsung mikir gini, ih masa kecil anak-anak gak lama ini, nikmatin saja, mengasuh dan mendidik anak memang tidak mudah, karena itu hadiahnya surga, kalau mendidik anak mudah  hadiahnya cuma voucer pulsa #ngutipmajalahummi.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too