everything

Kamis, 02 April 2015

Gerakan Sayang Mertua

Bukan rahasia lagi lah ya, kalo  hubungan menantu perempuan dan ibu  mertua itu sering kali panas bahkan membara karena konflik atau dingin seperti salju, menantu  perempuan dan  ibu mertua diam-diaman tanpa komunikasi, bahkan terkesan acuh, meski  tak kurang juga hubungan  menantu perempuan dan ibu mertua yang hanga-hangat kuku, alias baik-baik saja bahkan sangat harmonis.

Pernah seorang teman perempuan bercerita, ibu mertuanya stroke, sehingga  tak mampu lagi berjalan dan duduk sepanjang hari di kursi roda, saat ibu mertua BAB, tak mungkin anak laki-lakinya yang membersihkan, sang menantu mengambil alih, dengan menggunakan masker ia menceboki ibu mertua, dia bilang pada saya "gak sanggup mbak....mau muntah, tapi saya tahan2", bayangkan menceboki dengan masker, apalah perasaan mertua, begitulah, tak mudah memang mengurus orang tua, tapi yang harus diingat beliau, ibu mertua kita, mengurus anak lelakinya  dari mulai mengandung, melahirkan, menceboki, menyuapi, memandikan, mengajarinya banyak hal hingga anak lelakinya tumbuh besar, gagah, pintar, mendapat pekerjaan mapan  dan suatu ketika menikah dengan kita, para istri, ibaratnya mertua yang menanam, para istri yang memanen.

Ketika telah menikah hidup lelakipun beralih kepada keluarganya, istripun mengambil peran besar dalam banyak keputusan yang dilakukan suami, istri pula yang kerap kali  paling berperan  mengelola penghasilan suami, enaknya jadi istri kan, padahal yang capek membesarkan adalah ibu mertua, bahkan seringkali kita sebagai istri lupa memberikan sebagian penghasilan suami pada ibu mertua.

Ketika suami kita dimarahin atau dinasehati atau apalah, kita para istri pula yang tidak terima, merasa ibu mertua ikut campur, suami kita kan bukan anak kecil lagi dan sebagainya, coba kita pikir lagi, dia ibunya, sesuatu yang wajar pula dia marah atau menasehatinya, pun ketika ibu mertua mengomentari cucunya, kita orang pertama yang sakit hati, padahal itu cucunya, anak dari anak lelakinya, wajar kalu dia perhatian, tapi kadang kala kita para istri malah merasa dianggap tidak pintar megurus cucu.

Yuk sayangi ibu mertua, toh kita sudah enak-enakan memanen hasilnya, jangan lupakan juga donk jasa ibu mertua, begini tipsnya
  • Perlakukan ibu mertua sebagaimana kita menghormati ibu kita sendiri, jangan dibedakan 
  • Lakukan komunikasi yang intens, jangan menggurui, sesekali mintalah nasehat
  • Lakukan kunjungan rutin, bertemu tentu berbeda dengan hanya bertelefon, dengan komunikasi langsung, ibu mertua akan tau ketulusan hati menantu
  • Saat kita berkunjung ke tempat mertua, biarkan ibu mertua beramain dengan cucunya, ambil alih pekerjaannya.
  • Seperti di rumah kita sendiri, jangan sungkan di rumah mertua, bukan  pula minta dilayanin seperti tamu, kerjakan apa yang bisa kamu lakukan, menyapu, mencuci piring, memasak, nyikat kamar mandi, semua pekerjaan domestik lah.
  • Jangan hanya posting masak makanan enak, jalan-jalan kemana, jajan enak dimana, ajak juga ibu mertua jalan-jalan, ajak juga ibu mertua makan-makan bersama cucunya, kirim juga makanan enak yang kita buat, toh  duit suami juga, aih ibu mertua sih gak kenal facebook, twitter, IG dan sebagainya, eits siapa bilang, toh ada adik-kakak ipar yang selalu update status dan memberi laporan lengkap pada ibu mertua kita. 
  • Sesekali belikan juga mertua sesuatu seperti baju, mukena, kain, batik, jilbab, tas, dompet,  taplak meja, toples cantik, hatinya pasti akan meleleh (seorang teman bahkan membuatkan iklas suami membuatkan rumah orang tuanya, adalagi yang menghajikan mertua, semoga saya bisa begitu)
  • Gak perlu marah jika suami sering tempat ibunya, begitulah anak seharusnya (saya banget ini... awal menikah kalo suami pulang kerja mampir suka urung-uringan, but believe me....sekarang gak lagi)

sumber : disini

Semua itu tidak mudah, tapi kalau niat, semua pasti bisa, ingat juga kita punya anak lelaki, kelak suatu masa anak kita juga akan punya istri, bagaimana perlakuan kita pada mertua, begitu juga mungkin yang akan dilakukan menantu kita kelak, bila kita perlakukan ibu mertua dengan baik, bukan tidak mungkin suatu ketika menantu kita melakukan hal yang sama.

Saya berterima kasih tak terhingga pada ibu mertua yang telah mendidik suami saya sehingga menjadi suami yang hebat, semoga selalu menjadi suami dan ayah yang hebat bagi keluarga kecil kami sampai akhir hayat saya, saya juga belum mampu menjadi menantu yang hebat, baru bisa menuliskan, dan semoga bisa menerapkan.


#selfreminder


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too