everything

Senin, 20 April 2015

Dua Ibu Mertua

sumber :selingkaran.com
Saya mungkin adalah sebagian perempuan yang beruntung dimuka bumi ini, memiliki 2 ibu mertua sekaligus, loh kok? pasti mikirnya pak mertua punya 2 istri....swear! bukan itu penyebabnya, tapi sedari kecil, kira-kira umur setahun lebih, suami diasuh oleh kakak dari ibunya hingga selesai sekolah menengah, tapi bukan berarti hubungan dengan ibu kandungnya tidak baik, saat liburan sekolah pak suami dulu sering berlibur dirumah ibu kandungnya.

Kedua ibu mertua saya ini asli Wonogiri, karena desanya terkena proyek irigasi gajah mungkur, maka sekitar akhir tahun 1979 mereka ikut program transmigrasi bedol desa, ibu kandung suami di tempatkan di daerah kab Tebo, mengikuti ibunya, beliau masih gadis waktu itu, sementara kakaknya yang telah bersuami di tempatkan di kabupaten Darmasraya, Provinsi Sumatera Barat, jarak Tebo - Darmasraya sekitar 150 km.

Kedua ibu mertua saya ini punya karakter yang sangat jauh berbeda, walaupun kakak adik, tidak selalu memiliki karakter yang sama, ibu kandung suami agak sedikit talkative, sementara ibu satu lagi pediam, tapi intinya dua mertua saya ini baik.

Mempunyai dua ibu mertua itu  seru, anak-anak jadi punya banyak mbah putri, saudarapun jadi tambah banyak, kami pun jadi sering jalan-jalan, kalo ibu mertua kandung sih gak jauh rumahnya dari tempat kami, cuma sekitar 20 km, suami masih sempat mampir saat pulang kerja, kamipun sering sekedar bermalam minggu kerumah beliau.

Ibu yang satu ini sangat hebat, kesehariannya membantu nderes pak mertua,belum lagi mengerjakan pekerjaan rumah, dengan 7 orang anak, bisa dibayakan repotnya mengurus 7 anak, menurut suami, ibu mertua susah beranjak dari dapur, memasak, memasak dan memasak, maklum kala itu semua masih serba sulit di daerah trans yang belum menghasilkan, saya anak dua aja sudah teriak-teriak, padahal masak tak perlu lagi pakai tungku dan kayu bakar. 

Namun demikian beliau dengan kebersahajaannya mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi,  5 orang telah selesai menjadi sarjana, 1 orang sedang skripsi dan si bungsu masih di sekolah menengah. Tiga orang anaknya telah menjadi pegawai negri, untuk daerah sini, itu adalah prestasi yang luar biasa, sementara banyak tetangga anak-anaknya hanya mampu sekolah hingga sekolah menengah.

Begitupun ibu mertua satunya, saat ada waktu libur agak banyak biasanya kita berkunjung kesana, ibu mertua saya ini hanya tinggal berdua, karena anak-anaknya sudah berkeluarga semua, kebetulan beliau hanya memiliki 2 anak perempuan, plus satu anak lelaki yaitu suami saya ini. Alhamdulilah mereka berdua masih sehat, masih mampu bertani, meskipun sebagian pekerjaannya diupah, saya hampir tidak pernah beli beras karena selalu mendapat kiriman dari beliau, tuh kan, how lucky me.

Ibu mertua ini yang merawat suami dari kecil, menurut beliau, dulu waktu kecil suami suka nonton tv tempat tetangga, kalau sudah tidur digendong dan dibawa pulang, saat nglilir, suami kecil nangis dan minta antar lagi nonton tv, kebayangkan tengah malam beliau ngantar lagi kerumah tetangga, padahal rumahnya sudah tutup, karena anak laki-laki satu-satunya, ibu juga sering membelikan lauk istimewa saat hari pasar, begitu cerita yang saya dengar.

Mendengar kisah bagaimana suami saya dibesarkan, dengan segala keterbatasan masa itu,membuat saya harus mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua ibu mertua, yang telah mengasuh serta mendidik suami saya hingga menjadi seperti saat ini, tak terkira peluh yang mengalir untuk mengurus suami kecil(katanya suami kecil lumayan nakal #sssth), mengeluarkan rupiah yang tak mampu kami menghitung untuk membesarkan dan membiayainya, bahkan mungkin baju sendiri tak terbeli,tapi yang terbaik malah diberikan untuk anak-anaknya.

Saat suami dewasa, bahkan mungkin belum sempat memberikan bakti kepada kedua orang tuanya, belum sempat membelikan sepotong pakaian atau barang lain hasil keringatnya, dengan iklas sang ibu merelakannya untuk perempuan lain, ialah saya, wanita beruntung yang mendapatkan lelaki itu, lelaki yang telah didik dengan keras oleh kedua ibunya.






Tulisan ini dibuat untuk meramaikan event hari Kartini lewat Kumpulan Emak Emak Blogger



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too