everything

Jumat, 29 Mei 2015

Siapa Menelantarkan Siapa (tamat)

Lanjut ya pemirsa....

Jam 21.00

Setelah telfon sana-sini minta pertimbangan, termasuk saya istri tercintanya ini, akhirnya suami membawa Mr. x ke polsek terdekat, menceritakan kembali kronologi dari A sampai Z pada pak polisi, eh ternyata pak polisi yang di polsek juga bingung, mereka menyarankan suami untuk mengantar saja ke kantor satpol PP, ya sudahlah, pergi kekantor satpol PP, karena sudah jam 10 malam, kantornya jelas sudah tutup, sayangnya tidak ada satu orangpun yang bisa ditemui. sempet juga tanya-tanya dengan pemuda-pemuda yang sedang kumpul-kumpul dekat kantor satpol PP itu, dan mereka menyarankan ke Polres saja. tidak ada pilihan lagi, meluncurlah mereka ke Polres daerah tersebut.


Jam 22.00

Sampai di Polres, seperti semula menceritakan kembali dari awal sama pak polisi, terjadilah juga perdebatan disana.

Pak polisi : Eh mas, bapak ini kan sudah tua, nanti kalo meninggal disini gimana, bisa dapat masalah kami

Pak suami : Lah, kalo bapak saja yang bagian dari penegak hukum, paham undang-undang merasa kuatir, apalagi saya, kalo meninggal di tempat saya bukannya penyelidikannya nanti lebih rumit

Mr. x : Sudah-sudah, kalian tidak perlu repot, kalo saya mati, buang saja mayat saya ke sungai, beres..

Pak polisi : oh tidak bisa gitu pak....(lalu semua terdiam #krik-krik)

habaget.com

Mungkin Mr. x juga sudah pusing sendiri, tidak ada lagi yang mau menerima dirinya, setelah berdiskusi hingga tengah malam, diputuskan Mr. x tetap tinggal di Polres, nanti akan diserahkan pada dinas sosial setempat.


Awalnya Mr.x menolak, dia bilang tidak mau di dinas sosial, berkumpul dengan orang stres yang sering tidak pakai baju, dia mau ikut suami saja dan diturunkan dipinggir jalan mana gitu, tapi suami tentu tidak bersedia, mana tega tengah malam begini menurunkan orang tua di pinggir jalan. dan sebelum suami pergi pak tua berkata

"Terima kasih ya mas, atas kebaikannya, semoga yang diatas membalas kebaikan mas, dan semoga suatu hari bisa ketemu lagi" #gubrak, jangan-jangan nanti balik lagi ketempat kami #tepokjidat.

Nah begitulah cerita tentang Mr. x ini,  Mr. x juga sempat curhat dengan adik ipar, bahwa beliau sangat menyesal, hari tuanya seperti ini, tapi nasi sudah menjadi bubur. menurut saya pribadi banyak hikmah dan hal berharga yang bisa saya ambil dari peristiwa dramatis ini, diantaranya  :

  1. Pergunakanlah masa muda sebaik-baiknya, agar masa tua tidak sia-sia seperti Mr.x ini, masa muda yang penuh dengan kemalasan, tidak akan menghasilkan apa-apa.
  2. Jangan pernah mengabaikan, menelantarkan, tidak bertanggungjawab terhadap keluarga, anak, istri, karena kita tidak muda selamaya, suatu hari kita akan menjadi tua dan membutuhkan anak-anak kita.
Sekilas tampaknya Mr. x terlantar, tapi menurut pak polisi beliau malah bisa dijerat dengan UU KDRT, karena sudah menelantarkan keluarganya, waduh..., diakhir cerita saya hanya berdoa semoga Mr. x mendapatkan perawatan yang baik disana, agar tidak mondar-mandir keman-mana, dan tidak lagi nyasar di rumah kami. dan semoga anak-anaknya suatu hari mau menerima Mr.x. Amiin






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung & meninggalkan komentar, tunggu kunjungan balik saya

If you follow my blog, I will do too